An Ode to Joyland Tribe: Di Balik Key Visual Joyland 2024 oleh The 1984

Desainer: The 1984
Klien: Plainsong Live
Lingkup: Key Visual

Pada tanggal 2 Mei 2024, akun Instagram @joylandfest mengumumkan penjualan blind tickets untuk Joyland Jakarta 2024. Dihiasi dengan figur-figur yang menari penuh warna, tim di balik visual utama ini adalah studio desain yang berbasis di Jakarta, The 1984. Menggunakan motion design, animasi, dan spesialisasi khusus The 1984, yakni pencetakan risograph, visual utama yang dirancang untuk Joyland Festival Jakarta tahun ini di merupakan bentuk apresiasi kepada para penonton setia yang kembali ke festival musik ini setiap tahun. The 1984 sudah lama berkolaborasi dengan Plainsong Live, penyelenggara Joyland Festival—bekerja sama pada edisi-edisi festival sebelumnya, dimulai dengan Joyland Festival 2022 yang diadakan di Nusa Dua, Bali.

Membahas proses desain di balik key visual festival ini bersama tim GMK adalah Irawandhani Kamarga atau yang kerap dipanggil Wanda, dan Andreas Junus, Co-Founder dan Creative Director di The 1984. Andreas mulai menjelaskan bahwa, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, festival tahun ini lebih condong jauh dari mengandalkan karakter lucu sebagai bagian dari visualnya. “Mungkin kebetulan karena bentuk dari acara festivalnya juga lebih friendly…Jadi buat family ya untuk yang masih pengen dengerin konser segala macam dan masih bisa bawa anak-anaknya,” jelas Andreas. “Proses [desain] yang untuk di Jakarta [nanti] juga sebenernya lucu sih. Kemarin yang tadinya banyak karakter-karakter ilustrasi gitu, kita waktu itu mencoba sesuatu yang sedikit beda,” kata Andreas. Ia lanjut menjelaskan bahwa tim The 1984 kemudian mengkaji ulang sejauh mana visual Joyland Festival dapat dikembangkan. “Joyland itu bisa diangkat kemana sih? Apa sih sebenarnya karakteristik Joyland itu sendiri?”

Setelah berdiskusi dengan Ferry Dermawan, Co-Founder dan Program Director di Plainsong Live, diputuskan bahwa tema visual utama festival akan fokus pada penonton Joyland. Mengenai tema tersebut, Wanda menguraikan, “Jadi untuk Jakarta itu idenya adalah Joyland crowd, the Joyland tribe! Sebenernya, mungkin lebih tepatnya, kita ngangkat tema itu karena sebenarnya Joyland itu spektrum musiknya cukup spesifik gitu. Kita kalau ke konser kan bisa ngerasa, oh kalo We The Fest itu gaya musiknya kesini, kalau Pestapora itu ke sini. Joyland ini started very small dan sangat grassroots pada tahun 2013 dan sebenarnya pengunjungnya itu kita udah familiar banget. Gue juga sebelum ngerjain Joyland juga gue memang datang juga dan kita pasti ketemu temen-temen kita sendiri yang selera musiknya sama. Jadi, justru kalau ada alasan kenapa kita ngangkat Joyland crowd, ini ode kepada Joyland crowd yang setia banget.”

Zoom-2

Desain visual utama melibatkan proses yang cukup ekstensif. Wanda menjelaskan bahwa animasi selalu menjadi yang terdepan dalam konseptualisasi The 1984. Jadi, tim tersebut bertujuan untuk membuat ilustrasi yang tidak memerlukan pengenalan karakter serta treatment animasi yang menyenangkan dari ilustrasi tersebut. Melalui media sosial Joyland, tim The 1984 meminta orang untuk mengirimkan video diri mereka yang sedang menari. Tim tersebut kemudian membuat sketsa kasar sekitar delapan hingga sepuluh bingkai dari setiap video untuk setiap urutan gerakan. Bingkai-bingkai tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam master risograph dan dicetak. Lebih lanjut, materi tersebut disatukan untuk membuat animasi akhir. Sampai saat ini, tim The 1984 telah membuat lebih dari 20 figur risograph yang sedang menari dan akan terus bertambah. Penggunaan cetak risograph juga merupakan sesuatu yang sangat sesuai dengan gaya The 1984. Dengan mesin risograph mereka sendiri, The 1984 sebelumnya telah menjelajah ke dalam animasi berbasis risograph melalui buku 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9, Flip Book! yang diterbitkan oleh penerbitan risograph milik mereka sendiri, Binatang Press!.

Key visual Joyland Festival tahun ini lahir tidak hanya dari pemahaman The 1984 terhadap festival itu sendiri, tetapi juga pemahaman dan apresiasi terhadap audiens Joyland. Proses pembuatan sketsa bingkai video tari serta penggunaan pencetakan risograph menunjukkan keterampilan yang khas dari tim The 1984. Partisipasi audiens Joyland melalui pengiriman video tari melalui hashtag #DanceToJoyland juga memperkuat tujuan mereka dalam mengangkat "Joyland Tribe". Pemahaman mendalam The 1984 terhadap acara ini dan komunitas di sekitarnya adalah sesuatu yang hanya dapat lahir dari kolaborasi jangka panjang mereka, yang memungkinkan The 1984 dan Joyland untuk tumbuh dan berkembang bersama sehingga menghasilkan visual yang benar-benar mencerminkan semangat festival musik tersebut.

Slide-1
Slide-2

About the Author

Kireina Masri

Kireina Masri has had their nose stuck in a book since they could remember. Majoring in Illustration, they now write of all things visual—pouring their love of the arts into the written word. They aspire to be their neighborhood's quirky cat lady in their later years.

Let your work shine!

Your work takes center stage! Submit your final assignment here to be assessed by experts of the field.

Submit

Similar Articles

Get ahead of the game with GMK+

Keep your finger on the pulse of the art and design world through newsletters and exclusive content sent straight to your inbox.