“Softly, We Become” dan Gambaran Nicky Raysa Tentang Penantian
Seniman: Nicky Raysa
Lingkup: Ilustrasi (Tugas Akhir)
Karya-karya dalam pameran Softly, We Become lahir ketika Nicky Raysa mendengarkan album Merona milik Monita Tahalea. Nicky tidak menerjemahkan lirik secara harfiah, melainkan mengolah pengalaman mendengarkannya menjadi suatu narasi visual yang lain. Gestur figur-figur dalam karyanya yang cenderung diam dan tertahan, sertasering hadir sendirian. Seseorang berdiri di tepi pantai sambil memegang buket bunga, dua figur yang saling berhadapan namun terpisah jarak, adegan menunggu di bawah temaram lampu jalan saat hujan larut malam, atau sekawanan burung yang terbang mencari tempat berlindung. Ia mencoba menggambarkan pengalaman seperti menunggu, berpisah, berharap, dan kerinduan yang belum terpenuhi.
Elemen bunga muncul berulang kali di sepanjang pameran, dari satu kuntum, menjadi dua, hingga taman yang mekar penuh di beberapa karya. Pengulangan ini berfungsi sebagai simbol keberanian untuk terus berharap di tengah ketidakpastian. Pameran ini mengarah pada penantian dan gambaran tentang harapan yang muncul di ujung penantian tersebut.
Yang menarik dari Softly, We Become adalah keputusan untuk memperluas cakupan pamerannya sendiri. Nicky turut menghadirkan video lirik animasi dan berbagai merchandise sebagai bagian dari pameran. Keputusan ini menjadi semacam perpanjangan dari pengalaman visual yang ditawarkan.
Secara visual, Nicky bekerja dengan pendekatan yang sederhana: ilustrasi tanpa outline yang dibentuk oleh bidang-bidang berwarna pastel. Pilihan ini memunculkan kesan naif, seperti mimpi-mimpi masa kecil yang belum sepenuhnya jelas. Jika dilihat dari sisi craftsmanship, karya-karyanya memang masih tergolong sederhana. Baik secara ide maupun visual belum cukup menawarkan karakter yang distingtif. Namun, potensi Nicky ke depan bisa dilihat dari karya gambar bergeraknya untuk Monita Tahalea. Dalam karya tersebut, gerakan visual yang ia buat terasa pas dalam mendukung suasana dari lagu-lagu Monita Tahalea sendiri. Ini menunjukkan kemampuan Nicky dalam membaca ritme dan emosi sebuah karya musik lalu menerjemahkannya ke dalam gerak visual yang selaras.
Pameran Softly, We Become menjadi penanda penting dalam perjalanan berkarya Nicky Raysa. Pameran ini merekam proses pengenalan diri, pemahaman atas kecemasan sehari-hari dalam mengejar mimpi, harapan, dan cinta, serta pergerakan perlahan menuju kedewasaan sebagai manusia yang utuh dan jujur pada dirinya sendiri.