Ruang Ingatan: Percakapan karya Alisa Chunchue dan Mar Kristoff di ara contemporary
Pada bulan September, ara contemporary akan membuka pintunya dengan dua pameran tunggal yang berlangsung secara bersamaan di Main Gallery dan Focus Gallery, menampilkan karya Alisa Chunchue dan Mar Kristoff. Meskipun ditempatkan di ruang yang berbeda, presentasi keduanya saling beresonansi, membangun percakapan seputar kerapuhan dan kepastian dalam mengingat. Galeri tidak sekadar menjadi wadah bagi dua suara yang terpisah, dan membangun ruang di mana gema, persilangan, dan dialog tercipta melalui kesamaan dalam perhatian mereka.
Mengisi Main Gallery, Alisa Chunchue menampilkan rangkaian karya yang berangkat dari penandaan pada tubuhnya sendiri. Pusat dari presentasinya adalah Wound yang menjadi sebuah renungan mendalam tentang duka serta proses ganda antara rasa sakit dan penyembuhan. Sejak 2020, Alisa menjadikan praktik menggambar bukan sekedar aktivitas membuat tanda, tetapi sebagai ritual tersendiri yang ia sebutkan sebagai “metode (menggambar) meditatif yang metodis.” Dengan pensil, ia meniru teknik jahitan bedah, menelusuri presisi gerakan buka-tutup dan potong-ikat, yang merefleksikan siklus keretakan sekaligus pemulihan dalam upayanya pertahan hidup. Tindakan menjahit ini (pada saat yang sama menyakitkan sekaligus menyembuhkan) menjadi metafora bagi kerja rapuh dari ingatan: upaya merajut kembali yang pecah, sembari menyadari bahwa luka dan bekasnya akan tetap ada.
Ketertarikan Alisa terhadap wujud fisik ingatan berlanjut ke dalam bentuk pahatan melalui Invisible Suture (2022–24) dan Stitching (2024). Dalam karya kaca ini, Alisa menyalurkan kelembutan pada material yang sering dianggap dingin dan kaku. Melalui tangannya, ia bermain dengan kerapuhan kaca untuk membuat bentuk yang lentur sekaligus sensual; menjadikannya “kerangka kuat yang berkilau” dipadukan dengan “lengkung organik yang lembut dan mengalir.” Karya-karya ini mengartikulasikan kontradiksi antara transparansi dan kerentanan, menyiratkan bahwa ingatan yang menubuh layaknya kaca: bertahan maupun rapuh. Dalam ruang ini, kekuatan Alisa menjadi narasi tersendiri, dimana ia menggabung berbagai material atau medium untuk menghidupi pengalaman duka dalam karyanya dan menjadikan rangkaiannya sebagai saksi hidup – terhadap ketahanan Alisa. Seni yang ia hadirkan menjadi nafas yang menyertai perjalanan hidup, dan dijelmakan melalui gambar, patung, dan keterlibatan performatif dengan tubuhnya sendiri.
Sementara itu, dalam ruang yang lebih intim di Focus Gallery, Mar Kristoff menelusuri posisinya sendiri, dimana ia bernegosiasi antara peran sebagai partisipan dan orang luar. Karya-karyanya berpusat pada medium lukisan, tetapi diperlakukan sebagai medan intervensi, bukan sekadar suatu representasi pasif. Menggunakan foto keluarga dan objek temuan sebagai materi dasar, Mar mempertanyakan asumsi bahwa artefak-artefak ini adalah “wadah netral bagi ingatan.” Sebaliknya, ia mengganggunya—memanggil proses ini sebagai pengaburkan, pembingkaian ulang, pemindahan—sehingga yang muncul bukanlah kenangan yang jernih tetapi sebuah spekulasi terhadap keutuhannya. Melalui manipulasi piktorial ini, ingatan ditampilkan sebagai sesuatu yang tidak stabil, parsial, dan selalu berubah. Setiap kanvas berdiri sebagai objek yang awam, mendorong melawan linearitas waktu dan ilusi permanensi. Kristoff akhirnya mengajukan pertanyaan: dalam memori, kebenaran siapa yang diberi bentuk, dan siapa yang tetap tak terlihat?
Bersama-sama, Alisa dan Mar menghadirkan narasi visual yang berbeda namun saling terkait. Praktik mereka bermain dengan materialisasi antara gambar, patung, lukisan, hingga asambel, dimana mereka menggunakan medium tersebut untuk menggali dimensi personal sekaligus kolektif dari ingatan. Dengan ini, ara contemporary bukan hanya menjadi situs pameran, tetapi juga wadah perenungan. Dalam setiap karya yang hadir, terdapat sebuah ruang untuk merefleksikan, mengingat, dan mungkin, mengulang kembali dari awal.
Pameran akan dibuka untuk publik mulai 27 September hingga 2 November 2025. ara contemporary berlokasi di Jl. Tulodong Bawah I no. 16, Senayan, Kebayoran Baru, dengan jam operasional pukul 11.00–19.00 setiap hari Selasa hingga Sabtu. Pada setiap Minggu, kunjungan dapat dilakukan berdasarkan janji temu.