After Another: Mendesain Pengalaman Digital untuk Ekosistem Kreatif
Desain tidak hanya berkutat pada hasil akhir cetak atau fisik, terutama di era modern di mana keseharian manusia tak bisa lepas dari perangkat digital yang membantu segala kebutuhannya. Kini, berbagai merek, perusahaan, hingga acara, harus menghadirkan pengalaman digital—tak terkecuali rancangan visualnya—yang menarik dan nyaman bagi publik agar tercipta keterikatan dan keterlibatan antara produsen dan konsumen. Hal inilah yang dibawa oleh After Another pada setiap praktik desain webnya untuk berbagai kebutuhan dalam ekosistem kreatif ini.
Dibentuk pada tahun 2018 oleh Hendri Siman dan Utari Kennedy, After Another lahir sebagai studio desain dengan berbagai praktik grafis. Dalam perjalanannya, After Another menegaskan posisi mereka di dunia desain dengan menajamkan fokus dari branding dan packaging menjadi web design. “Sebenarnya dasar kami desain grafis. Di awal-awal, kami banyak mengerjakan branding, packaging, tapi semakin ke sini, fokus kami ke web design,” cerita Hendri saat diwawancarai Grafis Masa Kini. Langkah ini mencerminkan kesadaran After Another terhadap perkembangan digital yang kian pesat. Studio ini melihat potensi yang dapat dieksplorasi melalui desain web, sebuah medium yang menawarkan fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi lebih besar dibandingkan dengan desain cetak. Selain itu, desain web juga membuka kemungkinan kolaborasi yang lebih luas lagi dalam membangun ekosistem kreatif, terutama desain, yang lebih berkembang. “Makin ke sini, semakin merasa seru mengerjakanweb. Semakin banyak eksplorasi secara digital, semakin banyak juga kolaborasi dengan teman-teman grafis. Kami dapat bersinggungan dengan sesama desainer grafis dan terkoneksi satu sama lain,” imbuh Hendri.
Sebagai studio, After Another ingin menyoroti pentingnya memiliki desain web yang sesuai dengan visi dan praktik brand. Menurut pandangan Hendri, web memiliki fungsi lebih dari sekadar company profile; melainkan juga arsip digital dan citra brand yang menampung berbagai informasi sekaligus menghadirkan pengalaman digital bagi pengunjung. Rancangan web yang baik adalah yang mampu menyelaraskan identitas visual merek dengan visual yang ditampilkan dan pengalaman digital yang diberikan. “Web design ini akan elaborate branding-nya. Kami aligning dengan visual mereka, kami juga berikan experience yang sejalan dengan branding. After Another sendiri mau kasih experience di mana semua kebutuhan branding bisa align satu sama lain, tidak hanya printing atau fisik, tapi juga digital,” jelas Hendri. Jarang disadari di industri kreatif ini, desain web yang kuat dapat menambah nilai bagi sebuah brand, bukan hanya sebagai representasi visual, tetapi juga sebagai cara untuk berinteraksi dengan audiens.
Dalam mewujudkan pengalaman digital lewat rancangan desain web, After Another harus melewati proses kreatif yang dimulai dengan memahami tujuan dari setiap proyek yang mereka kerjakan. Menurut penuturan Hendri, terdapat dua alur kerja utama dalam praktik keseharian After Another: pertama, berkolaborasi dengan studio desain lain yang telah menggarap branding klien; kedua, menerima proyek langsung dari klien yang sudah memiliki panduan branding. Saat menerima klien yang sudah berbekal identitas visual garapan studio lain, After Another akan mempelajari brand guide yang ada, meninjau elemen-elemen penting yang bisa diterapkan di web, dan memastikan agar pengalaman digital yang mereka buat dapat menyelaraskan elemen branding yang sudah ada. Hendri menjelaskan, “Kalau branding-nya sudah kuat, kami bisa langsung menerjemahkannya ke dalam desain web dengan lebih mudah. Tapi kalau tidak, kita perlu bekerja lebih keras untuk memperkuat elemen tersebut.” Sebaliknya, ketika proyek datang langsung dari studio desain lain, diskusi sangat dibutuhkan untuk mempertimbangkan bersama tujuan yang ingin dicapai. Setiap elemen desain diperhitungkan mulai dari cerita di balik brand, alur informasi, peletakan, hingga pengalaman pengguna. After Another percaya bahwa setiap detail memiliki peran dalam menciptakan pengalaman yang menyeluruh bagi pengunjung.
Anggota tim yang sedikit pun tak menjadi masalah bagi After Another. Diskusi yang intens dan hubungan yang kompak justru dibutuhkan dalam praktik perancangan mereka. “Kita memang mau keep it small,” kata Hendri. Setelah bertahun-tahun di industri desain, After Another menyadari bahwa dalam desain web, mereka memiliki risiko yang cenderung lebih kecil dibandingkan desain cetak, terutama karena kemampuan untuk memperbarui dan mengadaptasi konten digital secara cepat. Hendri mengungkapkan bahwa kesalahan dalam desain cetak, seperti kesalahan ejaan, dapat menjadi masalah besar, sementara dalam web design, perubahan selalu dapat diusahakan tanpa memakan waktu lama.
After Another telah mengerjakan berbagai proyek yang meninggalkan kesan di ekosistem desain ini seperti situs resmi untuk Studio Woork, Grafis Nusantara, Cipsi Studio, hingga yang terbaru untuk Jakarta Illustration & Creative Arts Fair (JICAF) 2024. Desain web untuk Studio Woork sendiri membuka kesempatan bagi After Another untuk berkolaborasi dan membangun hubungan yang erat dengan studio lain. “Setelah proyek ini selesai, kami jadi sering bersinggungan dan lempar-lemparan proyek dengan Mas Io dari Studio Woork. Kolaborasi ini membuka banyak pintu dan menunjukkan bagaimana industri ini bisa saling mendukung,” cerita Hendri. Sedangkan dalam proyek untuk JICAF 2024, After Another harus bekerja dalam waktu yang singkat, mengingat kebutuhan calon pengunjung akan informasi terkait acara. Lewat rancangan yang apik, After Another menciptakan pengalaman digital yang dapat memperkuat citra JICAF sebagai ajang yang layak untuk didukung dan berkembang setiap tahunnya. Hendri mengatakan, After Another melihat proyek ini sebagai bentuk dukungan terhadap ekosistem kreatif lokal, dan mereka senang dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi komunitas.
Melihat perkembangan industri web design global, After Another memiliki mimpi untuk terus mendorong eksplorasi pengalaman digital di industri desain Indonesia. Mereka percaya bahwa banyak studio desain di Indonesia memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya terungkap, dan dengan desain web yang baik, After Another dapat membantu studio-studio tersebut untuk berkembang. “Kita ingin sekali dikasih kesempatan untuk bisa eksplor lebih jauh lagi karena kita percaya studio-studio desain di Indonesia sudah layak untuk berkembang lebih luas dan besar, tapi memang masih jarang yang memperhatikan experience digitalnya,” tutup Hendri. Perjalanan After Another ke depan juga dibekali dengan visi ikut serta membangun ekosistem kreatif di Indonesia untuk maju lebih pesat lagi lewat pengalaman-pengalaman digital yang terus berkembang dan beradaptasi.