Airena Kreatif: Ruang Kolaborasi, Eksplorasi Ide, dan Eksperimen Bagi Para Kreator
Pada 28 Agustus 2026, The Brickhall Fatmawati dipenuhi anak muda, kreator, pelaku UMKM, dan komunitas kreatif yang datang untuk mengikuti rangkaian workshop dalam peluncuran Airena Kreatif, inisiatif dari IM3 di bawah Indosat Ooredoo Hutchison. Program ini digagas sebagai ruang belajar dan eksperimen kreatif, sekaligus menjadi kolaborasi perdana IM3 dengan Adobe Express melalui kampanye "Lancar Sampai Jadi Pro".
Tiga sesi workshop digelar hari itu, masing-masing membawa peserta melalui tahapan berbeda dalam proses berkarya, dari membaca referensi visual, menghidupkan gambar diam menjadi gerak, sampai menyusun cerita menjadi konten yang siap dibagikan.
Sesi pertama, Art Into Content, dibuka oleh visual artist Muklay. Selama 15 menit awal, Muklay memperkenalkan praktik visualnya dan mengajak peserta memikirkan bagaimana sebuah karya bisa menjadi titik tolak untuk interpretasi baru. Ia kemudian mendemonstrasikan cara mengolah referensi visual menjadi arah baru menggunakan Adobe Express, sebelum peserta diminta mengambil sesuatu dari dunia visual Muklay dan menjadikannya milik mereka sendiri. Warna, bentuk, karakter, komposisi, atau suasana dari karya Muklay menjadi bahan baku yang bisa direspons dengan cara masing-masing peserta. Selama 20 menit pengerjaan, Muklay berkeliling ruangan, mengamati proses kreatif peserta, dan memberi masukan bila dibutuhkan.
Sesi kedua, Make It Move, menghadirkan Brillian Fairiandi, seorang AI Visual Director, dan Primo yang berstatus sebagai Adobe Ambassador resmi. Primo membuka sesi dengan memperkenalkan template marketplace di Adobe Express, menjelaskan bagaimana desain bisa diubah menjadi template yang dapat dipakai ulang, sekaligus membuka wawasan soal peluang monetisasi di ekosistem Adobe. Setelah itu, Brillian mengambil alih untuk menunjukkan bagaimana AI dan Adobe Express bisa dipakai untuk mengeksplorasi gerak, transisi, dan suasana, mengubah gambar statis menjadi video yang punya mood tersendiri. Primo kembali tampil untuk menjelaskan cara mengembangkan hasil karya menjadi template yang bisa dibagikan dan dimonetisasi. Peserta lalu diberi waktu dua puluh lima menit untuk membuat video berdurasi lima belas detik dari sebuah gambar statis atau ide visual, mengeksplorasi transisi, efek, ritme, dan suasana, sekaligus didorong untuk mengubah hasilnya menjadi template.
Sesi ketiga, The Art of Visual Storytelling, menjadi sesi terpanjang dengan total enam puluh menit. Andre Edfan, Creative Director dari Yord Studio, membuka sesi dengan membahas bagaimana tipografi, warna, imaji, dan elemen grafis dapat membentuk mood dan karakter sebuah cerita. Aulion melanjutkan dengan berbagi bagaimana pilihan visual yang khas bisa mengekspresikan kepribadian dan sudut pandang, menampilkan contoh dari praktiknya sendiri. Ia juga memberi peserta gambaran awal soal bagaimana cerita atau perspektif pribadi bisa diterjemahkan ke dalam visual, sebagai pemanasan sebelum tantangan dimulai.
Kristo Imanuel, yang berperan sebagai Content Creator,filmmaker, sekaligus Brand Ambassador kampanye IM3 x Adobe Express, kemudian memimpin tantangan bertajuk "Turn your story into a visual that stands out". Enam puluh kelompok peserta diminta memilih satu cerita, ide, pesan, atau perspektif pribadi sederhana, lalu menerjemahkannya ke dalam bentuk visual lewat dua pendekatan. Pendekatan pertama, Tell a Story, terinspirasi dari Andre, mengajak peserta memakai tipografi, warna, imaji, dan komposisi untuk menghidupkan sebuah cerita. Pendekatan kedua, Tell Your Story, terinspirasi oleh Aulion, mengajak peserta mengekspresikan perspektif dan kepribadian mereka sendiri lewat pilihan visual yang personal. Hasil akhir dari tantangan ini berupa konten untuk format Instagram Reels atau Feed.
Selama 25 lima menit pengerjaan, Andre, Aulion, dan Kristo berkeliling untuk mengamati dan memberi masukan langsung. Beberapa peserta terpilih kemudian mempresentasikan karya mereka, dan ketiga mentor memberi tanggapan atas efektivitas visual dalam menyampaikan cerita. Dari seluruh karya yang dikumpulkan, panitia memilih sepuluh kelompok sebagai pemenang berdasarkan interpretasi kreatif atas brief, kekuatan storytelling, dan eksekusi visual, yang diumumkan sebagai penutup rangkaian workshop.
Airena Kreatif sendiri disebut sebagai ekosistem yang akan terus dikembangkan bersama berbagai mitra dan komunitas, dengan tujuan membuka lebih banyak akses pengetahuan, koneksi, dan peluang di tengah pertumbuhan creator economy Indonesia. Tiga sesi workshop pada peluncuran ini menjadi gambaran awal dari arah tersebut, mempertemukan praktisi kreatif dengan peserta dari berbagai latar belakang untuk belajar langsung dari proses berkarya.