Binatang Press! Hadirkan Kembali Warisan Kho Ping Hoo dalam Wajah Baru

Binatang Press! dengan bangga meluncurkan Bu Kek Siansu Vol. 3 sebagai bagian dari upaya penerbitan ulang karya legendaris Kho Ping Hoo, maestro cerita silat Indonesia, kepada generasi baru. 

Kho Ping Hoo sendiri dikenal melalui ratusan judul yang telah menemani pembaca lintas generasi. Kho Ping Hoo atau Asmaraman Sukowati tidak hanya menghadirkan kisah persilatan yang epik, tetapi juga nilai-nilai tentang kebajikan, keadilan, keberanian, dan kemanusiaan yang tetap relevan hingga saat ini. 

Berangkat dari semangat tersebut, Binatang Press! menerbitkan ulang buku ini dengan harapan mampu menjaga agar karya-karya penting dalam sejarah sastra silat populer Indonesia tetap dapat diakses dan diapresiasi oleh pembaca baru. Meskipun karya Kho Ping Hoo memiliki basis pembaca yang sangat besar, sebagian besar publikasi fisiknya sudah sulit ditemukan. Bu Kek Siansu Vol. 1-3 menjadi salah satu upaya untuk menjembatani warisan tersebut dengan generasi pembaca masa kini melalui pendekatan editorial dan visual yang lebih segar tanpa  menghilangkan identitas aslinya.

Buku ini tidak hanya diperbarui dari sisi visual, tetapi juga diperlakukan sebagai sebuah objek yang memiliki nilai koleksi. Buku dicetak menggunakan teknik Risograph (RISO), sebuah metode cetak yang dikenal melalui karakter warna yang khas, tekstur organik, dan ketidaksempurnaan yang justru menjadi bagian dari daya tariknya. Pendekatan ini dipilih untuk menciptakan pengalaman membaca yang lebih intim dan personal, sekaligus menghadirkan kualitas visual yang dekat dengan publikasi independen. Selain penggunaan teknik cetak Risograph, buku ini juga menempatkan ilustrasi sebagai elemen penting dalam membangun kembali pengalaman membaca.

Dengan ilustrasi baru karya Yoel Kristiandi serta pengembangan desain oleh Joey Fong dari The 1984, Bintang Press! mencoba untuk relevan dengan konteks pembaca masa kini, sembari tetap menghormati semangat cerita yang telah hidup selama puluhan tahun ini. Disunting oleh Andreas Junus, buku ini juga mengajak pembaca kembali pada era dunia persilatan khas Kho Ping Hoo yang penuh petualangan, filosofi hidup, dan pertarungan nilai-nilai moral. 

Bagi pembaca lama, buku ini menawarkan pengalaman nostalgia terhadap salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah cerita silat Indonesia. Sementara bagi pembaca baru, buku ini menjadi pintu masuk untuk mengenal karya-karya Kho Ping Hoo melalui format yang lebih mudah diakses dengan pendekatan dan gaya bahasa yang lebih relevan. Berbicara soal bahasa, buku ini masih setia menggunakan gaya penulisan klasik Kho Ping Hoo. Namun, ejaan telah disesuaikan untuk pembaca modern, sehingga tata bahasanya lebih mudah untuk dipahami. 

Secara keseluruhan, pendekatan visual yang baru, kualitas cetak yang khas, dan perhatian terhadap detail produksi menjadikan buku ini sebagai cara untuk merayakan kembali salah satu warisan sastra persilatan Indonesia. Selain peluncuran lengkap seri Bukek Siansu Vol 1-3 di Jakarta, rangkaian peluncuran juga diadakan di Solo, Jawa Tengah, yang merupakan wilayah yang memiliki kedekatan dengan kehidupan pribadi Kho Ping Hoo. 

web-13
web-14
web-15
web-16
About the Author

Alessandra Langit

Alessandra Langit is a writer with diverse media experience. She loves exploring the quirks of girlhood through her visual art and reposting Kafka’s diary entries at night.