Cipsi Studio Berbagi Proses di Balik Logo HUT Kota Jakarta ke-497
Hari Ulang Tahun (HUT) ke-497 Jakarta akan diperingati pada 22 Juni 2024 mendatang. Menyambut peringatan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta bersama Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) merilis logo HUT ke-497 Jakarta pada Minggu, 19 Mei 2024. Cipsi Studio dipilih sebagai desainer yang bertugas merancang logo dengan tema “Jakarta Kota Global Berjuta Persona” tersebut. Kepada Grafis Masa Kini, Astri Purnamasari, Creative Director Cipsi Studio, membagikan proses kreatif di balik logo HUT ke-497 Jakarta yang menjadi identitas visual keseluruhan perayaan hari penting Jakarta tahun ini.
Peran Cipsi Studio sebagai desainer logo HUT ke-497 Jakarta ini berawal dari tawaran ADGI kepada Astri untuk mengikuti program ADGI Hub untuk merancang identitas visual HUT Kota Jakarta, bersama dengan dua desainer lainnya yaitu Garyanes Yulius dan Jocelyn Desiree dari Tomo Studio. “Secara pribadi gue iya-in karena gue rasa ini sesuatu yang seru dan baru. Lahir dan tumbuh di Jakarta ngebuat gue merasa tertarik untuk membedah kota Jakarta,” cerita Astri. Ternyata, semangat yang sama pun dimiliki oleh seluruh anggota tim Cipsi Studio. Dari situlah proses kreatif desain logo ini dimulai. Riset adalah langkah pertama yang dilakukan oleh Cipsi Studio, mengingat tahun ini terdapat perubahan status Jakarta dari pusat pemerintahan ke pusat perekonomian dengan tagline yang sudah ditentukan oleh Pemprov Jakarta yaitu “Jakarta Kota Global Berjuta Pesona”.
Dalam prosesnya, Astri mengatakan bahwa ia dan timnya membaca beberapa buku dan bacaan lainnya terkait Jakarta, salah satunya adalah buku Bang Ali Demi Jakarta 1966-1977 karya Ramadhan KH. Selain membaca, tim Cipsi Studio juga berbincang-bincang dengan warga Jakarta. “Paling dekat ya kita-kita yang bekerja dan hidup di Jakarta, atau mereka yang ke Jakarta untuk sekadar have fun. Kita yakin Jakarta hari ini adalah apa yang dirasakan warganya hari ini.” Keyakinan tersebutlah yang mendorong Cipsi Studio untuk membawa pemikiran masyarakat modern ke dalam logo HUT ke-497 Jakarta. Riset sejarah dan perkembangan Jakarta ini juga membuat Astri menemukan relasi antar semangat peralihan Jakarta menuju kota global dengan kehidupan orang-orang di sekitarnya sebagai masyarakat modern saat ini. “Ternyata, status kota global dan kota perekonomian itu ada relasinya dengan kehidupan orang-orang hari ini yang memang kita di atas Jakarta untuk mendorong ekonomi dan kemajuan, secara enggak langsung ada relasinya,” ungkap Astri.
Setelah riset dilakukan, proses kreatif yang cukup panjang dimulai. Secara gambaran besar, program ADGI sendiri bertujuan untuk memberikan desain yang baik ke pemerintah dengan sistem pengerjaan yang baik. Maka itu, bagi Astri dan tim Cipsi Studio, proses kreatif ini sangatlah penting. Langkah pertama, kata Astri, adalah memberikan gagasan. “Tapi di awal, ide kami tidak diterima karena bahasa yang kami gunakan adalah bahasa yang tidak cukup dipahami oleh masyarakat awam.” Demi mewujudkan rancangan logo yang lebih komunikatif untuk masyarakat luas, Cipsi Studio menggali lebih dalam tentang enam wilayah di Jakarta dan masyarakatnya. “Kami mendalami ketertarikan kami soal enam wilayah di Jakarta yang berbeda, punya sejarah dan keunikan sendiri yang sampai sekarang melekat pada daerah tersebut,” kata Astri. Ia juga menambahkan bahwa Jakarta sendiri merupakan kota multikultural dengan masyarakat heterogen.
Keberagaman dari enam wilayah berbeda yang disatukan dalam sebuah kota besarlah yang menjadi landasan utama konsep yang diajukan Cipsi Studio. Mengutip Pedoman Identitas Visual HUT ke-497 Jakarta yang dikeluarkan oleh ADGI, filosofi logo rancangan Cipsi Studio menyoroti Jakarta yang terdiri dari banyak wilayah dan setiap areanya memiliki ciri khas yang berkontribusi dalam memajukan berbagai sektor—menjadi pilar penting dalam proses transformasi Jakarta menuju kota global yang dinamis. Dalam tulisan yang sama dikatakan: “Hal ini bertujuan untuk memperkokoh rasa kebanggaan akan identitas masing-masing wilayah Jakarta, sambil menjalin kesatuan dan solidaritas sebagai satu kesatuan kota yang kuat dan inklusif.”
Selain itu, Cipsi Studio juga menggambarkan Jakarta sebagai titik kumpul karena kota metropolitan ini merupakan pusat ekonomi, sosial, dan budaya negara Indonesia. “Sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, Jakarta menarik penduduk dari berbagai wilayah di Indonesia yang mencari peluang ekonomi, pendidikan, dan gaya hidup perkotaan yang dinamis.” Secara gagasan, Cipsi Studio merasa bahwa Jakarta adalah melting pot atau titik kumpul. Namun, dalam perancangan visual, sebuah melting pot membuat isinya—dalam konteks ini adalah warga—menjadi sama atau homogen. Maka itu, Cipsi Studio mengadaptasi konsep mozaik untuk tetap menonjolkan perbedaan dan masyarakat heterogen. “Kalau mozaik itu bikin warganya bisa unik dengan caranya sendiri-sendiri, heterogen gitu,” imbuh Astri. Pemilihan warna untuk logo ini pun beragam dan vibrant—menjadikan identitas Kota Jakarta sebagai kota global terlihat dengan jelas.
Sebagai studio desain yang selama ini mengerjakan proyek entertainment design, merancang logo HUT ke-497 Jakarta ini merupakan tantangan tersendiri. “Scope kerja Cipsi Studio itu biasa mengerjakan proyek yang lebih banyak senang-senangnya dibandingkan berpikir secara serius. Tapi, kami push terus karena ini komitmen kami untuk membuat logo yang bisa diterima masyarakat,” cerita Astri. Menurut sang Creative Director, menerjemahkan semangat tema besar HUT Jakarta tahun ini pun mendorong Cipsi Studio untuk menggali lebih dalam soal bahasa visual yang mudah dicerna dan diterima oleh masyakarat dari berbagai lapisan.
Terlepas dari tantangan tersebut, Astri mengatakan bahwa logo ini merupakan bagian kecil dari transformasi Jakarta menuju kota global yang dapat menjadi pemantik diskusi masyarakat dan semangat menuju kemajuan. “Dampak dari logo HUT ke-497 Jakarta ini mungkin bisa terasa dua atau tiga tahun setelah logo ini keluar karena akan diteruskan dalam bentuk berbeda-beda di tahun-tahun berikutnya. Kami percaya masyarakat Jakarta sudah punya pemikiran yang modern dan logo ini bisa menjadi pemantik awal,” tutup Astri. Logo HUT ke-497 Jakarta ini sudah bisa masyarakat lihat di berbagai tempat dan sarana publik di Kota Jakarta.