Days That Slip Away Untouched: Disrupsi Hari Ini dalam Karya Uji Hahan

Uji “Hahan” Handoko Eko, seniman Indonesia yang namanya sudah tak asing lagi, mempersembahkan pameran tunggal terbarunya yang bertajuk Days That Slip Away Untouched. Pameran yang digelar di Gajah Gallery Jakarta ini dibuka untuk publik hingga 31 Mei mendatang. Lewat rangkaian karya terbarunya, Uji Hahan menelaah hubungan yang terus berubah antara realitas fisik dan mediasi digital.

Melalui medium lukisan, patung, dan suara, Uji Hahan mengkaji bagaimana persepsi dan makna dibentuk dalam lingkungan yang dimediasi secara digital. Karyanya menelusuri bagaimana citra dan pengalaman dihadirkan serta diterima, sekaligus menyoroti bagaimana batas antara yang nyata, yang dikonstruksi, dan yang disirkulasikan terus diproduksi ulang, serta bagaimana autentisitas dinegosiasikan setelahnya.

Berbeda dengan sistem digital yang serba instan, praktik Hahan menekankan kelambatan dan keterlibatan material. Dikembangkan melalui dialog erat bersama kolektif Ace House Collective dan para artisan di studionya, karya-karya ini lahir melalui apa yang ia sebut sebagai “kekerabatan estetis”, sebuah proses yang berakar pada kerja bersama dan pertukaran kolektif.

Dalam keseluruhan pameran, Hahan mengapropriasi citra dari karya-karya Raden Saleh, Tomás Sánchez, dan Walter Spies untuk merefleksikan bagaimana pengetahuan, kuasa, dan cara melihat telah membentuk narasi sejarah. Dengan demikian, karya-karya tersebut menyoroti ketidakstabilan citra di era yang dikendalikan oleh visibilitas algoritmik, ketika kedalaman dan konteks berisiko menjadi dangkal dan tereduksi.

Di dalam komposisi-komposisi ini, momen-momen disrupsi muncul melalui figur hibrida dan lanskap yang mengalami perubahan–menghadirkan rasa disonansi yang mengganggu kerangka visual yang telah akrab. Gestur-gestur tersebut berfungsi sebagai “glitch” yang subtil, menginterupsi mode representasi dominan sekaligus membuka kemungkinan cara melihat dan memahami yang alternatif.

Judul pameran, Days That Slip Away Untouched, berbicara tentang kesadaran akan waktu yang kerap berlalu tanpa perhatian penuh. Dalam praktiknya, Hahan menempatkan perhatian terhadap sejarah, proses, dan pengalaman sehari-hari sebagai cara untuk melawan kondisi tersebut. Di sini, autentisitas dipahami sebagai sesuatu yang terus dinegosiasikan dalam kondisi kehidupan kontemporer.

web-19
web-20
web-21
web-23
web-22
web-24
About the Author

Alessandra Langit

Alessandra Langit is a writer with diverse media experience. She loves exploring the quirks of girlhood through her visual art and reposting Kafka’s diary entries at night.