Membaca Makna Wajah Baru Kemenpora

Pada 17 April lalu, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meluncurkan logo baru yang diresmikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Dito Ariotedjo. Identitas visual baru Kemenpora ini merupakan buah dari program ADGI Hub yang dilaksanakan oleh Asosiasi Desainer Grafis Indonesia. Setelah proses yang cukup panjang, rancangan Faddy Ravydera dari ADGI Chapter Jakarta berhasil memenangkan sayembara dan terpilih sebagai wajah baru Kemenpora. Grafis Masa Kini berkesempatan untuk berbincang dengan Faddy—menelisik lebih jauh mengenai proses dan konsep di balik logo ini.

Saat pertama diperkenalkan ke publik, logo rancangan Faddy menarik perhatian dengan Api Pemuda Penggerak dan Pilar Obor Persatuan– grafis kobaran api dan pilar dengan warna yang vibran, menggambarkan semangat pemuda yang membara dan kokoh. Sang desainer mengatakan bahwa ideasi tersebut sejalan dengan semangat yang dibawa oleh Kemenpora dari dulu hingga hari ini. “Kami memulai dengan melirik sisi historisnya, asal mula terbentuknya yaitu tiga momentum penting bangsa; Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda, dan Proklamasi Kemerdekaan RI. Hebatnya, semua momen penting tersebut yang menggerakkan adalah para pemuda pada masa itu.” 

Faddy kemudian menarik benang merah dengan semangat olahraga; pada masa itu, para pemuda mendorong perkembangan olahraga nasional sebagai bentuk perlawanan terhadap penjajah, hingga akhirnya terbentuklah lembaga pemerintahan khusus pemuda dan olahraga. “Sejak dulu pemuda adalah penggerak yang selalu ‘berapi-api’, dan sampai hari ini olahraga adalah medium untuk meraih prestasi dan mengharumkan nama bangsa. Jadi, kami harus bisa mengekstrak dua esensi tersebut ke dalam satu simbolisasi sebagai identitas visual baru Kemenpora yang juga tetap relevan dengan perkembangan zaman.”

Api dan obor merupakan simbol sakral bagi pemuda dan olahraga–tentunya bagi Faddy tidak bisa dilepaskan. Sedari dulu, bangsa Indonesia telah menggunakan api sebagai “identitas” dari berbagai pergerakan kepemudaan. Faddy menambahkan, api juga digunakan sebagai simbol persatuan dalam Pramuka lewat api unggun, patung Pemuda Membangun di Jakarta yang berbentuk pemuda gagah pun mengangkat kobaran api, dan tak lupa, kobaran api merupakan logo dari Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama pada 1948. 

“Elemen api dan pilar obor sudah digunakan sebagai logo Kemenpora sejak dulu, dan kami mencoba mempertahankannya sebagai identitas visual Kemenpora,” tutur Faddy. 

Pada grafis Api Pemuda Penggerak, tiga kobaran api yang beririsan merepresentasikan ruang lingkup Kemenpora: Olahraga Pendidikan, Olahraga Masyarakat, dan Olahraga Prestasi. Elemen kobaran api dirancang begitu dinamis–menggambarkan semangat pemuda yang selalu bergerak, cepat, luwes, dan kreatif.

Mempertimbangkan visual yang lebih “bergelora”, segar, dan dinamis, Faddy mengambil warna yang vibran. Lima warna kobaran api merupakan simbol dari nilai-nilai luhur Pancasila yang selalu ditanamkan dalam semangat juang pemuda dan olahraga. Gradasi warna tersebut menghasilkan variasi palet yang merepresentasikan keberagaman dalam pergerakan pemuda dan olahraga. Jika diperhatikan, terdapat siluet burung Garuda pada bentuk api sebagai simbol nasionalisme. Kobaran api berwarna kuning emas adalah kepala burung menghadap ke arah kiri, dan api merah dan ungu adalah sayapnya. Pemilihan warna tersebut merupakan metafora dari prestasi tertinggi dalam setiap kompetisi yaitu medali emas.

Berdasarkan penjelasan Faddy, seluruh visi dan misi Kemenpora tertanam di logo baru ini, terutama tiga fondasi terbentuknya Kemenpora yang terdapat pada Pilar Obor Persatuan. Obor ini merupakan simbol semangat Kemenpora untuk mendukung Indonesia Emas 2045 melalui pembangunan pemuda dan olahraga. Tiga garis dinamis pada pilar ini merupakan sorotan untuk momentum penting yang menjadi tonggak lahirnya Kementerian Urusan Pemuda dan

Olahraga: Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda, dan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Bentuk pilar yang kokoh menjadi citra tekad pemuda tanpa meninggalkan kedinamisan. 

Pemilihan warna biru bergradasi pada pilar merupakan cerminan perubahan untuk menjadi lebih muda dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Bak samudera, biru melambangkan keluasan, baik pandangan dan pikiran, pergerakan maju, inovatif, kedewasaan, serta kematangan dan penguasaan ilmu pengetahuan.

Mengetahui betapa kompleksnya simbolisme dalam perancangan logo Kemenpora ini, tentu tak terbayang betapa menantangnya proses kreatif di baliknya. Faddy bercerita bahwa tantangan terbesar baginya adalah bagaimana merangkum seluruh objektif, visi dan misi, serta ruang lingkup kementerian ini ke dalam satu simbol universal. “Cakupannya sangat luas namun harus bisa tergambarkan dalam identitas yang dinamis dan kohesif,” ucap Faddy. Tantangan lainnya adalah bagaimana desainer dan tim mampu merancang visual yang diterima untuk level kementerian dan skala nasional. 

“Kami selalu dibimbing oleh ADGI dalam prosesnya, hingga akhirnya dapat menemukan simbolisasi yang tepat untuk menjadi identitas visual Kemenpora. Kami melakukan tiga kali checkpoint dengan ADGI sebelum akhirnya mempresentasikan hasil akhir kepada Bapak Dito Ariotedjo (Menpora), Bapak Taufik Hidayat (Wamenpora) beserta jajarannya.”

Logo baru Kemenpora ini lahir sebagai penanda semangat baru yang berakar kuat pada sejarah dan cita-cita pemuda Indonesia. Dalam tangan Faddy Ravydera, identitas visual berhasil merangkum narasi panjang perjuangan, semangat kebangsaan, dan harapan masa depan dalam simbol yang lugas namun sarat makna. Dengan kobaran Api Pemuda Penggerak dan Pilar Obor Persatuan, logo ini mengukuhkan kembali posisi pemuda dan olahraga sebagai kekuatan utama dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.

kemenpora-18
kemenpora-19
kemenpora-20
kemenpora-21
kemenpora-22
kemenpora-23
kemenpora-24
kemenpora-25
kemenpora-26
kemenpora-27
About the Author

Alessandra Langit

Alessandra Langit is a writer with diverse media experience. She loves exploring the quirks of girlhood through her visual art and reposting Kafka’s diary entries at night.