Graffiti dalam Miniatur Kota: PWS x Wangoon di Play With System


Selama tiga minggu April lalu, sebuah diorama perkotaan berdiri di Sunset Limited, Grand Wijaya Center, Jakarta Selatan. Ini adalah kota imajinatif yang—setidaknya—cukup untuk memberi gambaran tentang bagaimana graffiti dan arsitektur bisa hidup dalam satu ruang yang sama.

Play With System adalah hasil kolaborasi antara Potato With Salt (PWS), kru graffiti asal Indonesia, dengan Wangoon, entitas ciptaan Fivust, seorang street artist dari Bogor. Pameran ini berlangsung dari 3 hingga 25 April 2026.

Pendekatannya cukup spesifik. PWS menggunakan teknik laser cut untuk menorehkan graffiti pada permukaan miniatur bangunan dari kayu daur ulang. Miniatur-miniatur itu kemudian disusun menjadi diorama yang mereplikasi lanskap perkotaan. Hasilnya adalah pertemuan antara sesuatu yang biasanya besar dan masif, yaitu bangunan dan mural di jalanan, dalam skala yang bisa diamati dari dekat.


Ide di balik kolaborasi ini berangkat dari dinamika yang sudah lama ada di street art: hubungan antara seniman dan kotanya. Intervensi, gangguan, dan kerusakan adalah bagian dari proses itu. Kontrol dan chaos bergantian, meninggalkan jejak yang ikut membentuk wajah kota. Play With System mencoba memindahkan dinamika itu ke dalam ruang pameran.

Selain instalasi utama, Fivust juga merilis koleksi Wangoon terbaru dalam event ini, yang bisa didapatkan melalui sistem lotere.

Pameran ini melibatkan 17 anggota PWS Crew, di antaranya ADV51, Alphabad, Anio, Cakes, Crez1, Dyeget, Fivust, Mambo, Octwo, Pyno, Ramsta, Rapsy, Rimo145, Samva, Setsu, Stimy, dan Umami.

web-11
web-13
web-12
web-10
About the Author

Dhanurendra Pandji

Dhanurendra Pandji is an artist and art laborer based in Jakarta. He spends his free time doing photography, exploring historical contents on YouTube, and looking for odd objects at flea markets.