Desain Jersey Timnas Indonesia Home & Away 2025 di Tangan Cisarua Creative
Awal 2025 lalu, apparel olahraga dan mitra PSSI, Erspo, secara resmi merilis jersey Timnas Indonesia dengan tema Indonesia Pusaka: Semarak Kebanggaan Indonesia. Setahun berjalan, jersey tersebut telah melengkapi perjuangan Timnas Indonesia, menjadi sorotan di lapangan maupun menjadi bagian dari kerumunan suporter. Namun, yang tidak banyak orang ketahui adalah bagaimana jersey dirancang–bagaimana sepak bola dan representasi Indonesia diterjemahkan ke dalam corak, simbol, hingga potongan?
Grafis Masa Kini berbincang dengan Cisarua Creative, kolektif desain yang menjadi otak kreatif di balik jersey Timnas Indonesia tahun lalu, setelah melewati waktu cukup panjang untuk menyaksikan bagaimana jersey tersebut “beraksi” di lapangan dan diterima oleh masyarakat luas. Cisarua Creative sendiri dikenal lewat karya-karyanya yang playful dan imaginatif–menjadikan setiap medan desain sebagai ruang bermain mereka. Sebelumnya, mereka pernah berkolaborasi dengan THE GOODS DEPT• dan menjadi “tim langganan” di balik eksekusi desain Synchronize Fest.
Kepada kami, Cisarua Creative membedah jalan panjang yang tidak terlihat; penuh eksplorasi dan negosiasi. Dalam prosesnya, Cisarua Creative membawa pendekatan kolaboratif, membagi kerja ke dalam beberapa lapisan sesuai dengan keahlian setiap anggotanya: narasi, visual, hingga konstruksi baju.
“Kalau dari eksplorasi, kita membagi tim,” jelas Asto Adiprastowo, salah satu desainer dalam proyek ini. Proses ini tidak dilakukan secara linier, melainkan melalui pembagian peran yang spesifik; satu tim berfokus pada pengembangan pola atau pattern, satu tim menangani elemen kecil seperti emblem dan detail autentikasi, satu tim lainnya mendalami aspek cut and sew; menganalisis potongan jersey, mulai dari kerah, badan, hingga lengan. Pendekatan ini memungkinkan eksplorasi yang lebih fokus. Namun, semua kerja kolaborasi tersebut berangkat dari titik awal: riset dan juga narasi yang dikembangkan oleh Stefano Abbas selaku copywriter.
Langkah pertama riset dilakukan dengan mempelajari jersey-jersey Timnas Indonesia dari tahun ke tahun; memahami pola, potongan, dan dampaknya pada tim dan masyarakat. Tak hanya itu, Cisarua Creative juga “menyelam” ke media sosial, melihat apa yang benar-benar diinginkan suporter. Dari hasil riset, ditemukan bahwa suporter menginginkan seragam Tim Nasional yang tak lekang oleh waktu dan bisa merepresentasikan identitas bangsa–karena itu juga PSSI menekankan pada keterlibatan suporter dalam inisiasi awal jersey Timnas Indonesia ini. Hasil riset itu juga yang membawa Cisarua Creative pada eksplorasi-eksplorasi narasi yang menjadi akar dari desain jersey ini.
Berangkat dengan payung besar narasi “Siapa Kita? Indonesia” yang dititipkan pada mereka, Cisarua Creative mengeksplorasi beberapa alternatif konsep, hingga dikerucutkan empat alternatif, lalu dua. Yudit Halim, desainer yang terlibat, menceritakan bahwa prosesnya memang tidak sederhana; ada negosiasi dan diskusi dengan berbagai pihak, termasuk Erspo dan PSSI. Dari sekian banyak diskusi, Yudit menyoroti satu hal, “Jersey ini disepakati untuk dibuat tidak hanya untuk pemain, tapi juga untuk masyarakat luas. Dalam sepak bola, suporter adalah pemain ke-12 dari Timnas Indonesia. Saat Timnas bermain, suporter juga ngasih energi. Kita mencoba mencari konsep yang masuk dengan itu.”
Secara teknis, Asto menjelaskan, prosesnya juga cukup kompleks karena dari kesepakatan eksplorasi dua konsep, harus ada uji produksi yang nantinya kembali dipresentasikan. “Kami harus uji produksi dari dua alternatif, dari pattern ke potongan jersey yang dibuat berbeda bentuknya. Misalnya, ingin lebih retro dengan kerah bulat atau lebih runcing.”
Setelah diskusi panjang, akhirnya terpilihlah Indonesia Pusaka: SEMARAK KEBANGGAAN INDONESIA sebagai konsep utuh desain jersey Timnas Indonesia. Konsep ini merupakan perwujudan dari semangat dan kekuatan Indonesia yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan yang tak ternilai ini bermuatkan sejarah panjang perjuangan, ragam budaya yang memiliki coraknya masing-masing, dan pastinya, kekayaan alam. Harapannya, pusaka ini akan menjadi jati diri, kekuatan, dan kebanggaan bagi Tim Nasional Indonesia.
Menerjemahkan SEMARAK KEBANGGAAN INDONESIA ke dalam desain
Salah satu elemen yang menjadi sorotan di desain jersey Timnas Indonesia tahun lalu adalah pattern. Rakhmat Jaka; desainer yang bertanggung jawab pada bagian pattern bersama Aldy Maulana, Farhan Asyraq, dan Lutfi Aufar;menjelaskan bahwa butuh waktu brainstorming dan riset yang teliti untuk bagian ini. Pada akhirnya, Jaka dan kawan-kawan mengambil inspirasi dari alam dan warisan kebudayaan Indonesia. Relief “Garudeya” dari berbagai candi yang ada di Indonesia diadopsi sebagai representasi dari asal-usul lambang negara, beriringan dengan visual Garuda yang sedang terbang, mengilustrasikan budaya bangsa paling luhur. Untuk mendokumentasikan relief dan memperkuat pemahaman akan bentuk visualnya, Cisarua Creative melakukan site visit ke Candi Kidal di Kabupaten Malang.
Dari keindahan alam Indonesia, Cisarua Creative mengambil elemen gunung sebagai identitas Indonesia yang menjadi bagian dari Cincin Pasifik. Kemudian, laut hadir sebagai kekuatan negara maritim, diilustrasikan melalui tekstur garis. Terakhir, elemen biomorfis seperti flora pun menjadi inspirasi, menggambarkan keragaman dan kekayaan negara. Dari sekian banyak bunga di Indonesia, Cisarua Creative mengadopsi bentuk bunga Edelweiss, yaitu bunga keabadian. Mereka bahkan mempelajari langsung bentuk bunga tersebut di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Setelah pattern, emblem menjadi elemen yang tidak kalah penting. Yudit, yang memiliki role dalam desain emblem, mengatakan bahwa ada tantangan tersendiri karena di negara lain, emblem yang digunakan adalah lambang federasi alih-alih lambang negara seperti di Indonesia. Maka, dibutuhkan proses riset yang mendetail. Yudit dan Mahdi Albart, desainer yang juga merancang emblem ini, menentukan base terlebih dahulu, kemudian mereka mengisi bagian dalam emblem. “Kami terinspirasi dari tameng suku Dayak dan alternatif lain, yaitu arsitektur Gelora Bung Karno. Lalu, ornamen di dalamnya kami adaptasi dari pattern jerseynya sendiri,” jelas Yudit. Secara filosofi, setiap elemen merupakan harapan dan energi tambahan untuk pemain. Selain itu, setiap detail juga mewakili tradisi Indonesia, sehingga punya kekuatan lebih saat bersatu dengan lambang negara di jersey Timnas Indonesia ini.
Selain bentuk dan narasi, eksplorasi juga dilakukan pada elemen “identitas” pemain, yaitu typeset. Bekerja sama dengan Gumpita Rahayu dari Tokotype, type foundry atau studio desain tipografi terkemuka asal Bandung, tim berupaya merancang tipografi yang tidak hanya fungsional, tetapi juga menjadi bagian dari identitas visual jersey. “Nameset Timnas selama ini cenderung ‘seragam’ dengan form kotak-kotak. Itu cukup kuat secara legibility, tapi kalau dipakai lagi di jersey yang lebih fashionable, jadinya kurang selaras dan butuh eksplorasi lagi,” jelas Gumpita. Dari situ, tim Tokotype mengembangkan pendekatan yang lebih ekspresif dengan menggabungkan elemen visual Garuda ke dalam bentuk huruf, sekaligus menyesuaikan proporsi agar tetap terbaca, walau untuk nama pemain yang panjang.
Eksplorasi rupa huruf yang terpilih untuk melengkapi jersey Timnas Indonesia adalah yang memiliki nuansa klasik, tak lekang oleh waktu, dan tradisional. Serif yang diambil dari elemen visual Garuda memberikan nuansa berkelas serta kontras, jadi mudah untuk dibaca saat para pemain beraksi di tengah lapangan. Rupa huruf juga menggunakan kombinasi flare dari Serif dan Sans untuk menciptakan desain yang timeless–relevan dari tahun ke tahun. Bentuk biomorfis yang serasi dengan pattern pun tetap diadaptasi dengan lekukan tradisional yang menggambarkan keunikan budaya Indonesia.
Semua elemen jersey telah dirancang dengan apik, dan eksplorasi cut and sew telah ditentukan bersama Erspo–dengan potongan yang stylish dan muda. Namun, tugas Cisarua Creative masih berlanjut ke kemasan atau packaging dan merchandise pelengkap. Setiapnya dilakukan dengan mendetail dan prosesnya tidak selalu mulus. Hingga final dan diresmikan, proses negosiasi terus dijalani, dari satu kantor ke kantor lainnya, di hadapan satu figur ke figur lainnya.
Apa yang tidak kita bicarakan ketika berbicara tentang desain jersey
Apa yang pemain Timnas Indonesia pakai di lapangan adalah hasil dari proses desain yang panjang dan kompleks, dan setiap prosesnya ada pertanyaan-pertanyaan: bagaimana jersey ini terlihat dari tribun? Bagaimana jersey ini bergerak mengikuti tubuh pemain? Bagaimana jersey ini diterima oleh suporter? Bagaimana jersey ini merepresentasikan Indonesia? Di dalam setiap pertanyaan itulah desain hadir dan menjawab. Setiap elemen desainnya pun tidak bisa dibiarkan berdiri sendiri, melainkan harus bertemu dan beresonansi.
Pada akhirnya, setiap jersey bisa dibaca sebagai sebuah “warisan” yang membawa catatan gagasan baru, karya-karya tangan anak bangsa, dan bagaimana para desainer memotret zaman lewat setiap keputusan kreatifnya. Dengan makna di setiap elemennya, jersey juga membawa harapan jutaan suporter yang coba diterjemahkan oleh para desainer.
Team Credit
Designer:
Asto Adiprastowo
Mahdi Albart
Yudit Halim
Rakhmat Jaka
Lutfi Aufar
Raihan Kiagoods
Aldy Maulana
Farhan Asyraq
Account:
Kevin Jayadi
Copywriter:
Stefano Abbas
Type Designer:
Gumpita Rahayu
Faza Mufti