Jalan-jalan dengan Travel Sketchbook Project di Jakarta Doodle Fest

Jakarta Doodle Fest resmi dibuka pada Jumat lalu (01/10) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Acara tahunan yang mengundang berbagai ilustrator dan kreator ini dipenuhi oleh pengunjung yang antusias untuk mendapatkan karya seniman favorit mereka. Salah satu seniman yang hadir di acara tersebut adalah Nugraha Pratama, yang membawa Travel Sketchbook Project. Berbincang bersama Grafis Masa Kini, Nugraha menceritakan semua tentang proyek ini.

Nugraha adalah seorang ilustrator yang berbasis di Jakarta dan memulai perjalanan kreatifnya sejak 2009. Awalnya, Nugraha mulai menggambar sebagai cara untuk melatih keterampilannya. “Kalo atlet ada daily exercise, nah daily exercise ilustrator buat aku adalah menggambar,” ujarnya. “Karena ini latihan yang live on location jadi enggak cuman latihan menggambar ternyata. Kita juga belajar managing waktu. Kita belajar kenalan sama sekitar, terus ketemu sama orang yang melihat kita gambar,” jelas Nugraha lebih lanjut.


Selain sebagai latihan artistik, ia menjelaskan bahwa menggambar juga merupakan cara baginya untuk mengarsipkan lingkungan sekitarnya. Menggambar menjadi kegiatan rutin bagi Nugraha saat bepergian, mendokumentasikan semua tempat yang dikunjunginya. Saat pandemi Covid-19 melanda, Nugraha sudah mengumpulkan banyak sekali sketsa yang dia gambar. Ketika mulai memindai dan menyusun sketsanya, Nugraha menyadari bahwa ia telah mendokumentasikan banyak bangunan bersejarah dan tempat kuliner. Pada 2023, ia akhirnya meluncurkan Travel Sketchbook Project, kumpulan sketsanya dalam bentuk zine dan lini produk yang menyertainya. Melalui Travel Sketchbook Project, Nugraha membantu melestarikan banyak bangunan warisan dalam karyanya serta berkontribusi pada gastrodiplomasi, di mana Indonesia menampilkan kekayaan kulinernya kepada dunia.

Dengan gaya urban sketching, Travel Sketchbook Project hampir secara alami mencapai kualitas candid dan jurnalistik. Dipersenjatai dengan buku sketsa kecil, set cat air portabel, dan pulpen, para pembaca dan penikmat dibawa ikut serta dalam perjalanan Nugraha. “Sebenernya, prosesnya sangat organik, karena jalan-jalan, aku menjadi seniman tanpa studio. Dimanapun aku duduk, itu sudah menjadi studioku. Jadi, alat menggambarku harus se-compact mungkin. Itu jadi alasan kenapa aku pake cat air dan pulpen, karena cat dan pulpen adalah dua alat yang bisa membantuku menggambar lebih cepat dalam waktu yang singkat. Jadi, semua alat gambar, studio aku tuh ada di tas,” jelasnya.

Zoom-2

Sementara beberapa orang mungkin berargumen bahwa banyak alat kreatif digital, seperti tablet, sama praktisnya untuk menggambar, Nugraha tetap teguh pada kepraktisan cat airnya mengingat sebagian besar perjalanan kreatifnya dihabiskan di luar ruangan. “Sampai sekarang belum ada yang kuat tahan panasnya Jakarta,” katanya sambil tertawa. “Kalau hujan udah jelas enggak kuat juga. Tapi itu kenapa watercolor masih better.” Namun, Nugraha tetap menggunakan alat digital saat dibutuhkan. Baginya, pada akhirnya, itu hanyalah alat untuk Nugraha journaling, mengarsipkan, dan mendokumentasikan pengalamannya.

Travel Sketchbook Project telah sibuk sepanjang tahun ini, berpartisipasi dalam banyak acara seni serta menginisiasi beberapa di antaranya. Nugraha telah mengorganisir acara makan dan tur jalan-jalan dengan museum di sekitar kota. Akhir pekan lalu, Nugraha bergabung dengan jajaran ilustrator untuk Jakarta Doodle Fest. Nugraha mengenang masa-masa awal kariernya di mana acara seperti Jakarta Doodle Fest dan minat terhadapnya sangat jarang. Saat ini, industri telah berubah dan audiens Indonesia lebih terlibat dari sebelumnya dan, bagi Nugraha, acara ini adalah kesempatan bagi audiensnya untuk terlibat dengan karyanya secara lebih langsung dan mendalam.

Bagi pelaku kreatif seperti Nugraha dan Travel Sketchbook Project, acara seperti Jakarta Doodle Fest juga merupakan kesempatan untuk mempresentasikan karyanya dengan cara yang berbeda. “Kalau dulu seniman mempresentasikan karyanya di dalam pameran, sekarang jadi lebih luas lagi,” ujar Nugraha. Di sini ia menekankan peluang bagi kreator untuk mendapatkan audiens yang lebih luas di luar galeri white cube. Jakarta Doodle Fest telah berhasil menjalani edisi yang sukses tahun ini dan kami menantikan apa yang akan dibawa oleh edisi-edisi mendatang dari acara ini.

Slide-1
Slide-2
Slide-3
Slide-4
Slide-5
Slide-6
About the Author

Kireina Masri

Kireina Masri has had their nose stuck in a book since they could remember. Majoring in Illustration, they now write of all things visual—pouring their love of the arts into the written word. They aspire to be their neighborhood's quirky cat lady in their later years.