Keelokan Alam dan Nilai Kebangsaan dalam Identitas Visual HUT ke-79 RI
Pada Senin (24/6), Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meluncurkan logo dan tema “Nusantara Baru Indonesia Maju” untuk Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia (RI). Identitas tunggal ini ditetapkan sebagai pedoman penggunaan logo HUT ke-79 RI di berbagai platform. Bekerja sama dengan Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) sebagai kolaborasi rutin pemerintah dengan para pelaku desain grafis, standar baku implementasi identitas visual ini disebarluaskan ke berbagai lapisan masyarakat, dari provinsi hingga RT/RW—membuka wawasan desain lebih luas bagi publik dan menjadi pengetahuan berharga bagi profesional maupun pelajar desain.
Setelah terselenggaranya program ADGI Hub untuk perancangan logo HUT ke-79 RI, pemerintah menetapkan karya Inggrid Wenas dari Ideologie Design & Branding Studio Surabaya sebagai identitas visual terpilih. Dalam pernyataan resmi yang dirilis lewat Instagram @adgi.pusat, Inggrid Wenas memperkenalkan secara singkat tentang Ideologie yang telah berkontribusi di industri desain grafis sejak 2008: “Sedikit cerita tentang kami Ideologie, dimana semua perjalanan ini berawal dari mimpi untuk berkarya dan memberikan yang terbaik untuk kemajuan dunia desain grafis di Indonesia, tidak hanya sekadar mengikuti tren tapi ada pesan dalam setiap karya yang dihasilkan. Visi kami adalah supaya desainer-desainer di Indonesia, anak-anak bangsa yang berbakat, bisa makin dihargai dan dipandang di negara ini.” Pada proyek perancangan logo HUT ke-79 RI, Inggrid bersama Ideologie ingin memvisualkan Indonesia sebagai negara dengan kekayaan alam yang elok dan semangat untuk terus melangkah maju mengikuti zaman tanpa melupakan akar budayanya dan nilai-nilai kebangsaan.
Eloknya kekayaan alam di Indonesia pun tercermin pada logo HUT ke-79 RI yang organik dan luwes—berbeda dari desain-desain sebelumnya yang cenderung tegas dan maskulin. Dalam Pedoman Identitas Visual HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia dituliskan bahwa identitas visual Hari Kemerdekaan tahun ini menggambarkan karakter alam yang mengalir dan saling terhubung. Filosofi tersebut menyiratkan kehangatan, keramahan, dan kedekatan negara dengan masyarakat luas. Elemen visual yang repetitif dan terstruktur pada logo ini menambahkan sifat kuat dan seimbang—mencerminkan sikap profesional dalam membangun negara.
Dalam perancangan konsep visual logo HUT ke-79 RI, Inggrid Wenas menerjemahkan berbagai pilar filosofi kebangsaan ke dalam bentuk visual. Pertama-tama, saat melihat logo terpilih ini, kita akan menyadari bentuk-bentuk yang terpisah. Konsep tersebut datang dari representasi bentuk Indonesia sebagai negara kepulauan yang terpisah—dibatasi oleh perairan—namun tetap harmonis dalam naungan bangsa Indonesia. Lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu Burung Garuda pun terlihat pada ujung angka “7” (tujuh) yang menyerupai paruhnya. Angka “7” tersebut juga menyerupai panah ke atas—menjadi simbol harapan bagi perekonomian Indonesia yang terus meningkat dengan investasi dan ekspor. Lengkung-lengkung yang terhubung antar karakter “7” dan “9” (sembilan) merepresentasikan keberlanjutan sebagai prinsip pembangunan negara. Pada angka “9”, bentuk dahan dan daun merupakan simbol dari pembangunan negara yang berlandaskan ekonomi hijau dan semangat bersinergi dengan alam, akar budaya, dan identitas bangsa. Kaki angka “7” dan “9” pun berbentuk serupa—menghadirkan dua tangan yang menyatu sebagai simbol persatuan masyarakat Indonesia yang beragam. Terakhir, dua gelombang dengan arah yang sama merepresentasikan tujuan bangsa Indonesia untuk desentralisasi dan mewujudkan pembangunan yang nyata serta merata.
Tak hanya pada konsep visual logo utama, Inggrid juga merancang elemen grafis dengan mengadaptasi filosofi alam di Indonesia. Pola-pola grafis dalam identitas visual ini melambangkan empat dari banyaknya kekayaan alam yang dimiliki Indonesia: gunung, sungai, bunga dan pohon dengan karakteristik masing-masing elemen. Dalam Pedoman Identitas Visual HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia dituliskan: “Elemen grafis terinspirasi dari pola kekayaan alam yang memiliki kesamaan yaitu repetisi dan kontur yang bervariasi, sehingga menghasilkan sebuah komposisi dari beberapa unsur-unsur nirmana, seperti garis, bentuk dan tekstur, menjadi sebuah kesatuan.” Elemen-elemen grafis ini merupakan kekayaan visual yang bervariasi namun tetap harmonis—menciptakan identitas visual yang segar dan dinamis.
Dengan menggunakan elemen-elemen grafis tersebut, berbagai implementasi desain untuk perayaan HUT ke-79 RI dapat diterapkan dengan menarik, mulai dari poster, spanduk, media sosial, hingga merchandise. Keelokan yang tercermin lewat identitas visual HUT ke-79 RI tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga menyampaikan pesan kuat tentang nilai kebangsaan Indonesia dan kemajuan yang ingin dicapai oleh negara ini. Perancangan logo HUT ke-79 RI merupakan cerminan dari upaya desainer grafis untuk menciptakan karya yang bermakna dan berkontribusi pada narasi kebangsaan.
Peluncuran logo HUT RI selalu menjadi momentum yang berharga bagi pelaku desain grafis di Indonesia. Pemerintah, melalui kolaborasi dengan ADGI, secara konkrit mewujudkan keterhubungan antar sektor-sektor resmi kenegaraan dengan industri desain grafis. Dengan begitu, wawasan desain pun semakin meluas—menunjukkan betapa pentingnya desain dalam membangun komunikasi yang dekat antar negara dan masyarakat serta menggugah rasa kebanggaan nasional. Inggrid Wenas sendiri merasa sangat terhormat dan berharap kolaborasi antar pemerintah dan desainer terus berlanjut. Dalam pernyataan resminya, Inggrid menuliskan: “Kami berharap akan semakin banyak putra-putri bangsa yang karyanya semakin dikenal dan maju, mengikuti perkembangan dunia desain.”
Dengan adanya dukungan dari pemerintah seperti pada perancangan logo HUT ke-79 RI, diharapkan kolaborasi resmi kenegaraan dengan pelaku desain dapat berlanjut di masa mendatang dan semakin banyak desainer grafis yang terlibat dalam proyek-proyek nasional. Dengan begitu, bukan hanya keindahan visual yang terwujud, tetapi juga semangat kebangsaan dan nilai-nilai luhur Indonesia dapat terus disuarakan melalui karya-karya kreatif.v