Volvo Centum: Inovasi Estetika dan Fungsi Typeface Sekilas Pandang


Ada satu elemen desain di dalam mobil yang hampir tidak pernah dibicarakan: tipografi. Orang membahas layar, antarmuka, bahkan suara notifikasi, tapi jarang ada yang mempertanyakan font apa yang dipakai untuk menampilkan kecepatan, navigasi, atau peringatan di dasbor. Volvo, di akhir 2025, memutuskan untuk mempermasalahkan hal itu.

Hasilnya adalah Volvo Centum, sebuah typeface atau rupa huruf kustom yang dikembangkan bersama Dalton Maag, studio tipografi asal London yang sebelumnya mengerjakan identitas visual untuk Netflix, BBC, dan Google. Rupa huruf ini dirancang dari awal dengan satu prioritas: bisa dibaca dengan sekilas pandang, bahkan ketika kendaraan melaju dengan kecepatan 100 km/jam.

Dalam desain tipografi konvensional, keterbacaan biasanya diukur dari kenyamanan membaca dalam durasi yang wajar: buku, poster, layar komputer. Tapi konteks mengemudi berbeda secara fundamental. Mata pengemudi tidak sedang membaca; mereka sedang memindai. Informasi harus bisa ditangkap dalam sepersekian detik sebelum perhatian kembali ke jalan. Volvo menyebut ini sebagai "glance-driven environments", dan dari situlah Centum dibangun.

Matthew Hall, Direktur Kreatif UX di Volvo Cars, menjelaskan cara kerjanya kepada Dezeen: "Setiap karakter dalam Volvo Centum telah dirancang agar langsung mudah dibaca sekilas untuk pemahaman cepat, baik di siang hari yang terang maupun dalam kondisi mengemudi dengan cahaya redup. Ini tentang menambah kejelasan dan mengurangi beban kognitif sehingga pengemudi dapat memahami informasi terpenting dan memfokuskan perhatian mereka pada jalan."

Ada tiga prinsip teknis yang bekerja di balik ini. Pertama, disambiguasi karakter: setiap huruf dan angka dirancang punya bentuk yang cukup berbeda satu sama lain sehingga tidak mudah tertukar dalam pembacaan cepat. Kedua, pengurangan kebisingan visual: desain yang bersih membantu suasana kabin terasa lebih tenang dan tidak memecah konsentrasi. Ketiga, pengaruh terhadap gerakan mata. Hall menyebutnya dengan istilah saccade, yakni gerakan mata saat memindai teks.


"Detail bentuk huruf, pasangan karakter, pilihan ukuran dan komposisi semuanya menjaga mata bergerak dengan lancar, meningkatkan jumlah kata yang dikenali per pandangan, dan secara langsung memengaruhi keterbacaan," jelasnya.

Zeynep Akay, Direktur Kreatif di Dalton Maag, menegaskan bahwa mengerjakan tipografi untuk konteks ini membutuhkan pendekatan yang berbeda dari proyek tipografi pada umumnya. "Mendesain sistem pembacaan berbasis pandangan dan gerakan membutuhkan pola pikir yang berbeda. Ini adalah tipografi yang direkayasa untuk berkinerja di bawah tekanan, di berbagai bahasa, dan pada kecepatan 100 km/jam," katanya.

Skala proyeknya cukup besar. Centum mendukung lebih dari 800 bahasa, termasuk skrip kompleks seperti Arab, Mandarin, Jepang, dan Korea. Ini penting karena Volvo berencana mendistribusikanrupa hurufini ke jutaan kendaraan yang sudah ada di jalan melalui pembaruan sistem over-the-air (OTA), bukan hanya pada model baru.

Soal nama, "Centum" adalah bahasa Latin untuk seratus. Pilihan nama ini terhubung langsung ke kalender: Volvo merayakan 100 tahun berdirinya pada 2027, dan rupa huruf ini diposisikan sebagai bagian dari momen tersebut.

Tapi ada lapisan lain yang menarik. Selain soal fungsi dan perayaan, Hall menyebut bahwa desain Centum juga mengambil inspirasi dari arsip visual Volvo sendiri. Lampu belakang vertikal pada model-model lama, garis diagonal sabuk pengaman tiga titik yang ikonik, proporsi dan karakter visual merek yang sudah terbentuk selama puluhan tahun. Semuanya ikut membentuk keputusan desain di level detail huruf.

"Warisan desain Volvo menawarkan inspirasi yang kaya untuk membentuk huruf," kata Hall.

Debut Centum dijadwalkan pada Volvo EX60 yang rilis awal 2026, sebelum kemudian diperluas ke model-model lain. Rupa huruf ini juga digunakan untuk seluruh identitas merek Volvo di luar kendaraan, mulai dari materi pemasaran hingga aplikasi mobile, sehingga bahasa visualnya konsisten di semua titik temu dengan pengguna.

Di industri otomotif yang semakin banyak menghadirkan layar di dalam kabin, pilihan font memang bukan hal yang remeh. Yang menarik dari proyek ini bukan semata hasilnya, tapi cara Volvo memosisikan tipografi sebagai keputusan desain yang punya konsekuensi nyata. Hall meringkasnya dengan cukup jelas: "Setiap detail dalam antarmuka kami adalah kesempatan untuk mendukung keselamatan berkendara. Tipografi adalah salah satu alat yang paling ampuh, namun kurang dihargai."

web-20
web-21
web-22
web-23
web-25
web-24
web-26
web-27
web-28
About the Author

Dhanurendra Pandji

Dhanurendra Pandji is an artist and art laborer based in Jakarta. He spends his free time doing photography, exploring historical contents on YouTube, and looking for odd objects at flea markets.