SFMOMA Sans: Cerminan Visual Kontemporer Museum
Desainer: Olivia King
Lingkup: Tipografi
Klien: SFMOMA
Museum Seni Modern San Francisco (SFMOMA) belum lama ini meluncurkan rupa huruf khusus yang dirancang oleh Olivia King, desainer yang berbasis di Sydney, Australia. Langkah ini dilakukan oleh pihak museum untuk meningkatkan keterbacaan dan aksesibilitas di setiap titik interaksi pengunjung: papan petunjuk, direktori, hingga publikasi dan platform digital.
Melansir situs resmi Olivia King, sebelumnya, sistem identitas SFMOMA mengandalkan dua rupa huruf yang digunakan untuk berbagai kebutuhan cetak, environmental graphics, dan platform digital. Perbedaan di antara kedua rupa huruf tersebut ternyata tidak konsisten dan memengaruhi sistem visual. Dengan desain rupa huruf baru ini, museum ini menciptakan sistem tipografi tunggal dan terpadu yang mengutamakan kenyamanan pengunjung, kejelasan, dan inklusivitas dengan karakter ekspresif yang menjadi cermin seni kontemporer itu sendiri.
Terinspirasi dari penggunaan tipografi sans serif geometris yang telah lama digunakan oleh museum (dipengaruhi oleh Futura), lahirlah SFMOMA Sans, tipografi yang memadukan bentuk yang jelas dan sangat mudah dibaca dengan sentuhan halus, lekukan, dan gerakan yang terinspirasi dari seni dan budaya visual kontemporer. Olivia King menjelaskan bahwa proses kreatifnya dimulai dengan menelusuri arsip SFMOMA dan melihat hubungannya dengan tipografi sans serif serta bentuk-bentuk geometris Futura. Referensi-referensi tersebut akhirnya menjadi landasan utama rancangan rupa huruf ini.
SFMOMA Sans sendiri merupakan sistem tipografi komprehensif yang terdiri dari 18 rupa yang mencakup bobot huruf, mulai dari Thin hingga Black. Setelah mempelajari setiap bentuknya, kami melihat desain rupa huruf ini–lekuk hingga elemen geraknya–begitu sederhana namun ekspresif. Rupa huruf ini berhasil memancarkan energi seni kontemporer yang menjadi identitas dari museum tersebut. Sistem tipografi yang diciptakan pun mampu mewujudkan cita-cita keterbacaan dan fleksibilitas untuk berbagai kebutuhan seperti branding, direktori, editorial, dan promosi digital.
Menjawab permasalahan di awal dengan apik, SFMOMA Sans mampu menyeimbangkan aksesibilitas dan kejelasan. Bentuk terbuka, perbedaan karakter yang jelas, serta jarak spasi yang dirancang dengan cermat berhasil meningkatkan keterbacaan di berbagai ukuran dan media, sekaligus mendukung identitas museum yang kontemporer. Selain itu, sistem tipografi ini juga membuktikan konsistensi dan kejelasan untuk mendukung pengalaman berkunjung ke museum. SFMOMA Sans mampu beradaptasi dengan berbagai kebutuhan: grafis pameran, publikasi, platform digital, direktori, dan lainnya. Fitur-fiturnya yang mudah diakses membuatnya menjadi identitas visual museum yang dinamis, kontemporer, dan terhubung dengan karya seni yang dipamerkan.
Pada akhirnya, mendesain rupa huruf untuk sebuah museum seni memiliki tantangannya sendiri, ditambah dengan kebutuhan untuk membuatnya aksesibel. SFMOMA adalah contoh bagaimana rupa huruf dapat mencerminkan identitas museum dan karya seni yang dipamerkan, dan di waktu yang bersamaan menawarkan aksesibilitas dan inklusivitas bagi seluruh pengunjung yang datang.
Credits
Type Design: Olivia King
Design Direction: Amy Yu Gray (SFMOMA)
Mastering: Noe Blanco
Typographic Consulting: Troy Leinster
Motion Design: Mac Archibald