Sentuhan Humanis dalam Identitas Visual Bintaro Design District 2024 oleh SatuCollective
Pada 7 Juli 2024, Bintaro Design District (BDD) mengumumkan pembukaan pendaftaran bagi para peserta untuk edisi tahun ini melalui halaman Instagram mereka dengan merilis poster pertama dan tema untuk tahun 2024. Tema 'Analog Reality' pada dasarnya merujuk pada desain non-digital. Namun, jika ditelaah lebih dalam, tema ini berupaya menyoroti dan menekankan unsur manusia dalam desain, baik dalam bentuk terobosan maupun keterbatasan, yang sangat relevan di era digital ini. Berbeda dari pendekatan digital dan otomatisasi, praktik desain analog memungkinkan pendekatan yang lebih manusiawi, dengan fokus pada proses desain, sehingga menghasilkan lebih banyak variasi dan kemungkinan. Studio desain berbasis di Jakarta, SatuCollective, ditunjuk untuk menerjemahkan tema ini menjadi identitas visual yang berdampak.
Ini bukan kali pertama SatuCollective bekerja sama dengan Bintaro Design District, setelah sebelumnya bertanggung jawab atas desain identitas visual untuk edisi tahun lalu. Ide besar di balik identitas visual ini terinspirasi dari teks kuratorial yang ditulis oleh Danny Wicaksono dari tim kuratorial BDD yang menyoroti pentingnya melihat kembali era analog dan kembali fokus pada proses. Logo tematik yang dirancang untuk BDD 2024 menggunakan font IBM Plex Mono, jenis huruf monospace yang terinspirasi dari mesin tik. Pendiri SatuCollective, Seto Adi Witonoyo, menjelaskan, “Dari fonnya, kita benar-benar pakai dari typewriting. Typewriting yang bertransformasi menjadi monospace. Kita menggunakan fon IBM Mono. Jadi ibaratnya fon computerized yang pertama yang dipakai, yang diadaptasi, sebenarnya dari typewriting dan script letter gitu. Ternyata yang di-computerized itu sebenarnya beradaptasi juga dari mesin tik yang analog.”
Karakter monospace dari fon logo tematik kemudian menginspirasi tema keseluruhan identitas visual yaitu pengukuran. Tim SatuCollective menarik inspirasi dari penggaris dan meteran sebagai elemen visual inti. Bahasa visual ini kemudian disederhanakan menjadi konsep ‘Measuring Reality’ yang merujuk pada kecenderungan manusia untuk mencari dan mengenali pola. Dari rasio emas hingga kalender, konsep ini mengakui pengukuran sebagai alat bagi manusia, tidak hanya dalam ranah kreatif profesional, tetapi juga sebagai bagian sentral dari semua masyarakat. Konsep ini menyoroti peran pengukuran sebagai jembatan antara ide dan realisasi. Hal ini berpuncak pada desain pita pengukur berwarna biru khas BDD—alat sederhana namun esensial dalam semua upaya kreatif dan desain. “Mungkin tape itu menjadi sesuatu yang sederhana tapi itu benar-benar berfungsi untuk measurement, untuk marking. Dan karena ini bukan sekadar tape tapi bentuknya yang kayak penggaris, jadi ini benar-benar sesuatu yang esensial,” jelas Seto.
Elemen pengukuran ini juga diterapkan dalam BDD ID Pass yang dirancang oleh SatuCollective. Lanyard-nya adalah pita pengukur BDD berwarna biru. Kartu pass BDD mengingatkan pada penggaris geometri yang sepenuhnya berfungsi. “Penentuannya memang awalnya kita main di area tools analog. Setelah itu, kita menyadari bahwa analog itu is a process itu sendiri. Dan yang lebih fundamental dari tools itu sendiri adalah keterukurannya, misal berat, misal jarak. Jadi ini nih, obyek yang bisa merepresentasikan semua bidang di industri kreatif di pameran BDD nanti dan fungsinya bisa dipakai mereka semua,” jelas Agan “Kawur” Handoko, Senior Graphic Designer di SatuCollective.
Identitas visual BDD 2024 juga jauh lebih partisipatif dan interaktif dibandingkan dengan identitas visual yang dirancang SatuCollective untuk edisi 2023. Idenya adalah bahwa pita pengukur biru dan template kosong dari poster BDD 2024 asli dapat digunakan oleh peserta untuk membuat poster mereka sendiri dengan pita tersebut—menciptakan hubungan antara konsep dan publik umum. “Jadi ibaratnya branding-nya enggak cuman dari kita, dari SatuCollective dan dari tim BDD yang ikut mempromosikan BDD, tapi juga teman-teman, dari partisipan, itu akan kita bagikan tape-nya untuk mereka bisa tempel dimana-mana dan mereka bisa respons gimana saja,” jelas Seto. Visual utama juga berfungsi sebagai jembatan antara desainer generasi muda dengan sejarah analog. Saat industri semakin bergerak menuju digitalisasi, visual utama yang menampilkan alat-alat analog lama dari mengundang rasa nostalgia.
Dengan BDD yang diadakan di area yang sangat luas, penerapan identitas visual ini bukanlah tugas yang sederhana. Namun, identitas visual yang interaktif oleh tim SatuCollective ini memungkinkan berbagai kemungkinan penerapannya di lokasi. Para peserta juga memiliki kebebasan untuk menentukan bagaimana pita biru BDD berinteraksi dengan karya mereka.
Identitas visual BDD 2024 karya SatuCollective adalah sebuah showcase mengagumkan dari tim yang benar-benar memahami konten dan konteks acara. Penggabungan tema secara implisit melalui elemen visual inti, logo tematik, dan penerapan visual secara keseluruhan adalah eksekusi yang cerdas dari identitas yang benar-benar memahami audiens mereka. Campuran konsep-konsep yang tampak kontradiktif—ketepatan dalam pengukuran dan faktor imajinasi manusia yang sering kali tidak terduga—berhasil disatukan untuk mengkomunikasikan tema yang cukup kompleks dan luas dari Bintaro Design District tahun ini.