KiN Space x Eko Nugroho: Menyentuh Wajah Masa Depan

Apa masa depan kita? Bagaimana kamu membayangkan masa depan?

Tidak ada jawaban yang salah dalam membayangkan masa depan—pertanyaan-pertanyaan ini sejatinya adalah latihan imajinasi. Sebagian orang memilih untuk berpijak pada realitas, bergantung pada dunia nyata yang penuh “data” dan “fakta.” Sebagian lainnya menggambarkan masa depan yang suram, sementara potret optimisme sangat jarang kita temui. Namun ada satu benang merah yang tampak jelas: masa depan selalu milik kita untuk dibentuk. Bersama KiN Space, Eko Nugroho memulai perjalanan kreatif bertajuk Save the Future—sebuah pencarian akan wajah masa depan.

Menyebut kolaborasi ini sebagai sebuah “KiNstallation,” KiN Space dan Eko Nugroho mengubah ruang tersebut dari taman bermain seni interaktif menjadi instalasi futuristik yang imersif. Save the Future membayangkan KiN Space sebagai kanvas hidup yang merepresentasikan visi masa depan ala Nugroho. Ciri khasnya berupa komposisi berlapis penuh warna dan tekstur dipadukan dengan ikonografi futuristik yang jenaka—seperti UFO (Benda Terbang Tak Dikenal) dan makhluk hibrida. Namun yang membuat karya visual Nugroho benar-benar unik adalah referensinya terhadap alam: ayunan berbentuk tentakel serta ilustrasi bunga dan akar yang tersebar di dalam Cosmic Dome.

Dalam sebuah wawancara, Nugroho mengungkapkan bahwa tujuan utama dari Save the Future adalah untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan pada anak-anak. Perpaduan antara alam dan teknologi menyampaikan pesan kepada pengunjung muda bahwa masa depan bukanlah sesuatu yang jauh—mereka bisa turut membentuknya. Mungkin ini adalah ajakan untuk menyediakan ruang bagi alam dalam kemajuan teknologi, atau bisa juga ini mencerminkan betapa eratnya teknologi dalam kehidupan kita sehari-hari, hingga menjadi bagian dari “alam kedua.” Apa pun tafsirnya, instalasi ini hadir sebagai komentar visual yang organik atas refleksi Nugroho terhadap kehidupan dan masa depan. “Gagasan instalasi ini seperti semua pemikiran, imajinasi, dan refleksi saya (tentang masa depan) menjadi hidup. Semua berakar dari fantasi dan mimpi masa kecil saya,” ujar Nugroho.

zoom-2
Credit: KiN Space

“Sebetulnya, membuat instalasi sudah lama menjadi ambisi saya. Sejak muda, saya selalu membayangkan ruang bermain yang mewujudkan visual, aktivitas, dan pesan-pesan yang saya simpan dalam kepala,” lanjutnya. Bagi Nugroho, proyek ini merupakan perwujudan dari impian masa kecil—dan hal itu terlihat dari bagaimana ia mengolah ruang. Ia mengadaptasi dunia karyanya ke dalam suasana ramah anak—mengubah ilustrasi menjadi seluncuran, menciptakan karakter seperti Big Robot, dan menjadikannya boneka empuk yang bisa digulingkan, dibawa, atau ditempel di dinding. Niatnya untuk mewujudkan mimpi masa kecil menghadirkan kesan imajinatif yang hangat dan intim—memberikan ruang bagi anak-anak untuk tidak sekadar menjadi penonton, tetapi ikut berinteraksi langsung dalam dunianya.

Pada akhirnya, Save the Future menekankan pentingnya bermain sebagai sarana memperluas imajinasi. Nugroho menghadirkan nuansa ringan di tengah wacana masa depan yang kerap digambarkan suram—melalui instalasinya, ia menghidupkan kembali harapan, warna, dan sedikit semangat untuk menyambut hari esok.

Save the Future: A KiNstallation by Eko Nugroho terbuka untuk umum mulai 27 Juni hingga Oktober 2025 di KiN Space, SCBD Park Lot 7A, pukul 09.00–20.00 WIB.

web-14
web-15
web-16
web-17
web-18
About the Author

Sabrina Citra

Sabrina Citra is a researcher who is based in Jakarta. She is currently interested in the intersection of aesthetics, cultural studies and language/linguistics.