Mahesa Almeida Bicara soal Pameran “NEW OLD STOCK” dan Ketertarikannya pada Koleksi Barang Budaya Pop

Coretan Mahesa Almeida yang berani dan lugas mewarnai ruang pamer Sunset Limited di kawasan Jakarta Selatan. Karya-karya Mahesa yang dipajang di dinding, disandarkan di pojok-pojok ruang, menghadirkan rasa ingin tahu tentang bentuk-bentuk yang dituangkan ke atas kanvas dan semprotan-semprotan cat yang terlihat “sembarang” namun tetap harmonis dengan elemen lainnya di dalam satu bingkai yang sama. NEW OLD STOCK, tajuk pameran tunggal seniman yang meraih gelar magister di bidang ilustrasi dari Tama Art University, Tokyo, ini dibuka untuk publik sejak 30 Mei lalu. New Old Stock (NOS) sendiri, kata Mahesa, merupakan istilah yang umum digunakan di dunia jual beli barang. Kepada Grafis Masa Kini, Mahesa mengakui bahwa dirinya dan karya seninya sangat dekat dengan dunia jual beli barang pop culture atau budaya pop. “Seperti mainan, video game, komik, dan lainnya; barang-barang ini banyak yang menjadi inspirasi utama saya dalam berkarya,” ungkap Mahesa.

Sebagai seniman visual, Mahesa seringkali menemukan inspirasi di tempat jual beli barang yang dapat dikunjungi secara langsung seperti toko mainan dan toko barang bekas atau recycle shop. Berangkat dari inspirasi tersebut, NEW OLD STOCK merupakan pameran yang menampilkan pengolahan hal-hal yang memengaruhi kekaryaan Mahesa selama ini seperti dunia jual beli barang budaya pop. Dalam teks kuratorial pameran, Fandy Susanto menuliskan bahwa selama ini, ruang berkarya Mahesa Almeida dipenuhi dengan beragam mainan, buku, komik, dekorasi, dan video game. “Memasuki ruangannya terasa seperti masuk ke toko barang bekas di tokyo, dengan barang-barang yang bertumpuk tinggi—ada yang dipajang rapi, ada yang disimpan, dan barang-barang baru dibelinya berserakan di sofa,” tulis Fandy Susanto. Mahesa memberikan napas yang sama dengan ruang kerjanya ke ruang pamer Sunset Limited dengan karya-karyanya. “Untuk presentasi tunggalnya ini, ia mengambil alih seluruh dinding, memajang, menggambar, menyematkan karyanya, dan lainnya. Kami memutuskan untuk mengundangnya membawa sebagian habitatnya ke sini dan membiarkannya bermain seperti biasanya,” tulis Fandy Susanto.

Zoom-1

Pameran NEW OLD STOCK menampilkan karya lama maupun baru dari Mahesa Almeida. Setiap karya telah menempuh prosesnya masing-masing. Dari sederet karya Mahesa yang dipamerkan, ada beberapa karya yang dibuat secara perlahan dalam rentang waktu hingga tujuh tahun. “Seringkali setelah mengerjakan beberapa karya, hanya satu sampai dua saja yang saya anggap selesai. Sisanya menunggu beberapa waktu untuk kemudian dilanjutkan kembali,” cerita Mahesa. Karya-karya yang dipamerkan ini awalnya diciptakan untuk studio pribadi Mahesa Almeida agar ruangnya menyerupai game corner atau recycle shop. “Jadi untuk mencapai suasana atau kesan yang diinginkan, perlu waktu untuk menunggu—memikirkan—sebelum melangkah ke level berikutnya,” imbuh sang seniman.

Eksplorasi medium dalam berkarya telah lama dilakukan oleh Mahesa. Dalam catatan kuratorial pameran NEW OLD STOCK, Fandy Susanto menuliskan: “Penggunaan media yang tidak biasa secara berani, seperti penggunaan spidol industri pada kayu berlapis perak yang dipadukan dengan mainan tentara plastik, menunjukkan pendekatannya yang menyenangkan terhadap seni.” Mahesa sendiri menjelaskan bahwa medium yang digunakan merupakan gabungan medium yang sudah pernah digunakan namun ada sentuhan medium baru yang digabungkan menjadi satu karya yang utuh. Mahesa sendiri mengaku bahwa dalam proses kreatifnya ia selalu mencoba untuk menggunakan banyak medium. “Suatu waktu saya bisa sangat fokus dengan spray paint, dan tak lama kemudian, saya bisa sangat tertarik dengan marker,” ungkapnya. Dalam eksplorasi medium, hal yang penting bagi Mahesa adalah tekstur dan hasil yang ingin dicapai dapat terpenuhi. “Rasa ‘terpenuhi’ itu muncul dengan sendirinya ketika dalam proses mengerjakan karya,” kata Mahesa.

NEW OLD STOCK merupakan pameran tunggal yang sangat personal bagi Mahesa karena menjadi refleksi perjalanan kekaryaan dan berkesenian sang seniman selama ini. Karya-karya yang ditampilkan juga awalnya dibuat sebagai penghiburan bagi diri sendiri—menjadi ruang aman bagi seniman untuk menuangkan rasa dan pikirannya. “Tujuan awal dibuat bukan untuk pameran di galeri, tapi untuk keperluan pribadi di studio rumah. Namun, Sunset Limited memberikan ruang ekspresi yang bebas sehingga saya dapat menampilkan apa yang benar-benar saya mau dengan cara yang benar-benar saya suka,” ungkap Mahesa. Selain sebagai refleksi perjalanan, pameran ini juga menjadi catatatan bahwa pendekatan karya Mahesa, baik secara pemikiran maupun konsep, cenderung stabil—tidak ada evolusi drastis dari zaman dahulu hingga sekarang. Namun, secara medium, Mahesa terus mencoba hal baru dan mencari eksplorasi lainnya yang dapat dilakukan dengan karyanya. “Konsep menggunakan ‘apa yang sudah ada’, penggabungan berbagai media, inspirasi daripop culture danrecycle shop, karya yang ‘terus berubah’...itu semua selalu ada,” kata Mahesa, menutup obrolan. Pameran tunggal Mahesa Almeida,NEW OLD STOCK, masih bisa dikunjungi hingga 29 Juni mendatang.

Slide-1
Slide-2
Slide-3
Slide-4
Slide-5
Slide-6
About the Author

Alessandra Langit

Alessandra Langit is a writer with diverse media experience. She loves exploring the quirks of girlhood through her visual art and reposting Kafka’s diary entries at night.