Pentagram Hidupkan Kembali Warisan Visual Sains Lewat “The Hudson Transparencies”

Sebelum fotografi ilmiah berkembang, satu-satunya cara memperlihatkan organisme yang tak kasatmata kepada publik adalah melalui tangan manusia. Dengan kertas, cat, jarum, dan cahaya, naturalis Inggris Charles Thomas Hudson menciptakan serangkaian ilustrasi yang menjadi alat bantu ilmiah sekaligus karya visual yang memikat.

Warisan tersebut kini diperkenalkan kembali kepada publik generasi ini melalui The Hudson Transparencies, pameran di Osh Gallery, London, yang berlangsung hingga Juni lalu.. Dikurasi oleh Luke Powell dan Jody Hudson-Powell, dua partner firma desain Pentagram sekaligus cicit generasi kelima Hudson, pameran ini menghidupkan kembali salah satu bentuk komunikasi visual ilmiah dari era Victoria.

Alih-alih hanya menjadi pajangan arsip sejarah, The Hudson Transparencies mengajak pengunjung mengalami kembali bagaimana ilustrasi-ilustrasi tersebut dahulu dipresentasikan dalam kuliah publik Hudson. Sekilas, transparansi-transparansi ini tampak sederhana, bahkan seperti karya yang belum selesai. Namun, ketika diterangi dari belakang dalam ruang gelap, gambar-gambar tersebut berubah menjadi representasi kehidupan mikroskopis yang dramatis, menghadirkan pengalaman visual yang magis.

Pameran ini menghadirkan 58 transparansi asli yang dibuat Hudson. Seluruhnya dipasang dalam bingkai kayu sederhana berlapis kertas cokelat, dengan ukuran mencapai 96 × 75 sentimeter. Organisme-organisme yang pada kenyataannya hanya berukuran sepersekian milimeter diperbesar hingga tampak monumental – ibarat semut yang digambar sebesar gajah.

Setiap gambar dibentuk melalui lapisan kertas yang dicat dan dilubangi secara manual menggunakan ribuan tusukan jarum. Teknik tersebut memungkinkan cahaya menembus bagian-bagian tertentu sehingga menghasilkan detail, tekstur, dan kedalaman ketika diterangi dari belakang. Hasilnya bukan sekadar ilustrasi ilmiah, melainkan perpaduan antara eksperimen visual, kerajinan tangan, dan pertunjukan cahaya.

Sebagian kecil koleksi memperlihatkan tumbuhan mikroskopis, sedangkan sebagian besar transparansi menampilkan dunia hewan. Di antara semuanya, Rotifera – organisme mikroskopis yang dikenal sebagai "wheel-bearing animals" atau hewan beroda – menjadi subjek yang paling sering muncul. Ketertarikan Hudson terhadap makhluk-makhluk kecil ini berkembang menjadi penelitian sepanjang hidupnya. Ia menerbitkan puluhan makalah ilmiah dan bersama naturalis Philip Henry Gosse menyusun monograf dua jilid yang hingga kini dianggap sebagai salah satu referensi paling penting mengenai Rotifera pada abad ke-19.

zoom

Bagi Luke Powell dan Jody Hudson-Powell, proyek ini bukan semata upaya memperkenalkan kembali sejarah keluarga mereka. Keduanya melihat karya Hudson sebagai representasi hubungan yang terus relevan antara desain, teknologi, dan penyampaian informasi.

"Praktik kami selalu berada di persimpangan antara fungsi dan estetika. Bukan hanya keindahan, dan bukan pula fungsi yang kehilangan daya tarik visual. Kami selalu mencari titik temu di mana keduanya saling memperkuat," ujar Luke Powell.

Menurutnya, transparansi-transparansi Hudson memiliki posisi yang serupa. Di satu sisi, karya-karya tersebut menghadirkan rasa takjub terhadap dunia yang tak terlihat. Di sisi lain, ia juga merupakan media komunikasi yang sangat fungsional. Hubungan antara kreativitas dan ketelitian ilmiah, antara fakta dan interpretasi visual, menjadi sesuatu yang terasa sangat dekat dengan praktik desain kontemporer.

Ketertarikan Luke dan Jody terhadap karya leluhur mereka sebenarnya bermula secara sederhana. Setelah diperkenalkan oleh sang ibu, Annie Hudson, mereka sempat membagikan beberapa dokumentasi transparansi melalui media sosial pada 2020. Respons yang mereka terima mendorong keduanya untuk menggali arsip tersebut lebih jauh hingga akhirnya berkembang menjadi sebuah pameran sekaligus publikasi.

Selain menampilkan transparansi, pameran ini juga memperlihatkan sejumlah artefak pendukung seperti buku sketsa asli Hudson dan silsilah keluarganya. Bersamaan dengan pembukaan pameran, Pentagram juga menerbitkan edisi terbaru Pentagram Paper yang untuk pertama kalinya menghimpun seluruh 58 transparansi dalam satu publikasi cetak berformat besar, lengkap dengan dokumentasi proses pembuatannya serta dua esai yang membahas konteks sejarah dan budaya visual karya-karya tersebut.

Bagi Angus Hyland, Program Curator Osh Gallery, The Hudson Transparencies menjadi contoh bagaimana desain dapat ditemukan di tempat-tempat yang tak terduga. Di balik fungsi awalnya sebagai alat bantu presentasi ilmiah, transparansi Hudson memperlihatkan bagaimana visual mampu menjembatani pengetahuan, rasa ingin tahu, dan pengalaman estetis secara bersamaan.

Di tengah era yang dipenuhi citra digital beresolusi tinggi dan teknologi mikroskop modern, karya-karya Hudson justru mengingatkan bahwa visualisasi ilmiah pernah sepenuhnya bergantung pada keterampilan tangan manusia. Setiap garis, lubang kecil, dan lapisan kertas menjadi bukti bagaimana desain telah lama memainkan peran penting dalam menerjemahkan pengetahuan menjadi sesuatu yang dapat dipahami sekaligus dikagumi.

web-19
web-20
web-21
web-22
web-23
web-24
About the Author

Alessandra Langit

Alessandra Langit is a writer with diverse media experience. She loves exploring the quirks of girlhood through her visual art and reposting Kafka’s diary entries at night.