Phantasma*Studio dan Agra Satria Mempersembahkan “City Pilgrims”: Sebuah Tribut untuk Budaya Lokal

Mode dan budaya berpadu dalam "City Pilgrims," koleksi terbaru dari Phantasma*Studio, sebuah merek pakaian pria kontemporer yang didirikan oleh Eric Liem. Berkolaborasi dengan Agra Satria, direktur kreatif sekaligus pendiri MATA Studio, koleksi ini bukan sekadar peragaan busana yang stylish, namun undangan untuk menemukan kembali dan merayakan kekayaan warisan budaya Indonesia. Terinspirasi oleh seragam pramuka, pakaian outdoor, dan estetika pendakian gunung, "City Pilgrims" menghadirkan perspektif baru dalam eksplorasi urban.

Koleksi ini mengajak para pemakainya untuk merasakan pengalaman budaya, mulai dari mengunjungi museum dan galeri hingga menjelajahi landmark arsitektur kota serta menikmati kuliner lokal. Awalnya dirancang untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2024, koleksi ini berkembang menjadi narasi yang lebih luas tentang pentingnya apresiasi budaya dalam kehidupan sehari-hari. Di jantung koleksi ini terdapat motif batik Truntum yang ditafsirkan ulang melalui pola kain khusus rancangan Agra Satria. Motif yang berakar dalam tradisi Jawa ini melambangkan cinta dan pembaruan—tema yang sangat sesuai dengan semangat koleksi ini, yakni menghidupkan kembali kecintaan generasi muda terhadap budaya Indonesia. Koleksi ini terdiri dari tujuh item utama, yaitu dua kemeja, satu celana pendek, satu celana panjang, dua syal, dan satu tas fungsional, yang semuanya dibuat dengan perhatian terhadap detail selama proses desain yang berlangsung selama satu tahun.

zoom-1

Peluncuran resmi "City Pilgrims" berlangsung di Dialogue Artspace Kemang, sebuah tempat yang dikenal dengan program budaya dinamis dan desain arsitekturalnya yang khas. Acara tiga hari yang digelar pada 21 hingga 23 Maret 2025 ini bukan sekadar pameran produk, tetapi juga pengalaman imersif. Instalasi pop-up yang bekerja sama dengan merek furnitur baja modular Made by Format memberikan penghormatan kepada toko kelontong tradisional, pemandangan yang akrab di lanskap perkotaan Jakarta. Sementara itu, Dialogue Café berkolaborasi dengan merek sandwich premium Lunch for My Husband untuk menghadirkan pilihan hidangan edisi terbatas yang terinspirasi oleh tema koleksi ini.

Selain mode dan kuliner, acara ini juga menghadirkan berbagai aktivitas interaktif yang dirancang untuk memperdalam keterlibatan audiens dengan seni dan budaya Indonesia. Workshop Aksesori Karabiner pada 22 Maret mengajak peserta bereksperimen dengan desain fungsional, sementara sesi diskusi santai pada 23 Maret menghadirkan para pakar industri, termasuk Eric Liem dari Phantasma, Agra Satria dari MATA Studio, spesialis pakaian pria Max Suriaganda, pakar seni dan budaya Aditya Setiadi, Diaz Hensuk dari Made by Format, serta Amrolansyah dan Yorri dari Lunch for My Husband.

zoom-2

Menjelang perayaan Idulfitri, "City Pilgrims" menawarkan pilihan busana serbaguna yang memadukan tradisi dengan gaya kontemporer. Lebih dari sekadar pakaian, koleksi ini menjadi pengingat bahwa warisan budaya dapat menjadi sumber inspirasi dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kolaborasi ini, Phantasma*Studio dan Agra Satria berharap dapat membangkitkan kembali apresiasi terhadap kekayaan seni dan budaya Indonesia.

gallery-1
gallery-2
gallery-3
gallery-4
gallery-5
gallery-6
gallery-7
About the Author

Alessandra Langit

Alessandra Langit is a writer with diverse media experience. She loves exploring the quirks of girlhood through her visual art and reposting Kafka’s diary entries at night.